Rahasia Megastruktur JIS Guncang Dunia

Harimurti

Rahasia Megastruktur JIS Guncang Dunia

lintaswarta.co.id – Dunia konstruksi internasional baru saja dikejutkan oleh prestasi gemilang dari tanah air. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) sukses menorehkan nama Indonesia di panggung dunia melalui keberhasilan mereka meraih penghargaan bergengsi dalam ajang 2026 Year in Infrastructure (YII) Awards. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Bentley Systems ini menjadi bukti nyata bahwa keahlian teknik anak bangsa mampu bersaing di level tertinggi global.

Dalam ajang tersebut, WEGE berhasil menyabet penghargaan pada kategori Rekayasa Struktural (Structural Engineering). Kemenangan ini diraih berkat inovasi luar biasa pada proyek Jakarta International Stadium (JIS), khususnya dalam kategori "Engineering Largest Retractable Roof" atau rekayasa atap buka-tutup terbesar. Pencapaian ini tidaklah mudah, mengingat WEGE harus menyisihkan lebih dari 300 nominasi proyek konstruksi dari 53 negara yang berbeda.

Rahasia Megastruktur JIS Guncang Dunia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap kemampuan perusahaan dalam memadukan aspek rekayasa, teknologi digital, serta eksekusi konstruksi yang mumpuni. Menurutnya, keberhasilan proyek JIS bukan sekadar penyelesaian sebuah bangunan, melainkan sebuah pernyataan bahwa kapabilitas teknik Indonesia telah setara dengan standar internasional.

COLLABMEDIANET

JIS sendiri merupakan stadion sepak bola raksasa dengan kapasitas mencapai 82.000 penonton, menjadikannya salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN. Tantangan teknis yang dihadapi sangatlah masif, terutama pada pembangunan atap stadion dengan bentang luas mencapai 269 x 244 meter yang dilengkapi sistem buka-tutup otomatis.

Salah satu momen paling krusial dalam sejarah pembangunan stadion ini adalah proses pengangkatan struktur atap yang memiliki bobot fantastis, yakni 3.900 ton. Proses pengangkatan dilakukan secara bersamaan hingga ketinggian 70 meter di kawasan pesisir utara Jakarta. Kondisi geografis yang menantang, seperti tanah yang lunak serta muka air tanah yang tinggi, menambah tingkat kesulitan proyek ini secara signifikan.

Tomo Dwi Hasputro, Direktur Operasi WEGE yang juga merupakan mantan Manajer Proyek JIS, menjelaskan bahwa sistem atap tersebut memiliki komponen bergerak seberat 300 ton. Komponen ini mampu menutup area seluas 4.560 meter persegi hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Presisi dan koordinasi yang sangat ketat menjadi kunci utama agar mekanisme canggih ini dapat berfungsi dengan sempurna.

Untuk mencapai tingkat presisi tersebut, WEGE mengandalkan ekosistem digital Bentley, seperti penggunaan STAAD Pro untuk analisis struktur dan SYNCHRO 4D untuk simulasi konstruksi. Teknologi ini terbukti sangat efektif; tidak hanya mengoptimalkan beban angkat sebesar 7%, tetapi juga mampu mendeteksi lebih dari 100 potensi benturan spasial sebelum konstruksi fisik dimulai. Hasilnya, megastruktur ini berhasil diselesaikan tiga bulan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Selain keunggulan teknologi, JIS juga menjadi pionir dalam konsep bangunan ramah lingkungan dengan meraih Sertifikat Platinum Green Building. Penggunaan rekayasa digital secara menyeluruh telah berhasil menghemat sekitar 753.000 jam kerja, menekan emisi karbon tahunan hingga 2.300 ton CO2, serta meminimalkan limbah material konstruksi hingga di bawah angka 7%.

Keamanan kerja juga menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Melalui protokol keselamatan yang sangat ketat, proyek ini berhasil meraih penghargaan Zero Accident dengan catatan 2,5 juta jam kerja aman selama masa pembangunan. Prestasi ini mempertegas posisi WEGE sebagai pemimpin dalam inovasi konstruksi digital yang berkelanjutan di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar