Rahasia Mandiri Amankan Kredit Jhonlin

Moch Divan

Rahasia Mandiri Amankan Kredit Jhonlin

lintaswarta.co.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akhirnya buka suara mengenai detail pemberian fasilitas kredit jumbo kepada PT Jhonlin Baratama. Langkah strategis ini menjadi sorotan setelah bank pelat merah tersebut mengungkapkan mekanisme mitigasi risiko yang diterapkan, terutama terkait penggunaan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebagai jaminan tambahan dalam transaksi tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen Bank Mandiri merinci bahwa total plafon kredit yang dialokasikan untuk Jhonlin Baratama mencapai angka fantastis, yakni Rp40 triliun. Dari total plafon tersebut, saat ini dana yang telah terserap atau digunakan oleh debitur tercatat sebesar Rp17 triliun.

Rahasia Mandiri Amankan Kredit Jhonlin
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan bahwa suntikan dana ini diperuntukkan bagi pengembangan bisnis PT Jhonlin Baratama serta grup usahanya secara luas. Fokus utama penggunaan dana tersebut mencakup belanja modal (capital expenditure) serta pembiayaan kebutuhan operasional lainnya di sektor industri batu bara dan sektor penunjang lainnya.

COLLABMEDIANET

Dalam memberikan kepercayaan finansial sebesar itu, Bank Mandiri menekankan bahwa keputusan ini tidak diambil secara sembarangan. Perseroan telah melakukan analisis mendalam yang mencakup prospek bisnis, rekam jejak kinerja keuangan, hingga kemampuan debitur dalam melunasi kewajiban. Selain itu, aspek self-financing atau kemampuan pendanaan mandiri dari grup usaha tersebut juga menjadi poin krusial dalam penilaian bank.

Menariknya, dalam menilai kapasitas pembayaran kembali (repayment capacity), Bank Mandiri hanya mengandalkan arus kas (cash flow) yang berasal dari sektor bisnis batu bara milik Jhonlin Group. Sumber pembayaran utama diproyeksikan berasal dari hasil operasional perusahaan serta dividen dari anak-anak perusahaan yang tergabung dalam grup tersebut.

"Bank menilai bahwa debitur memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban," ungkap Adhika dalam keterangannya.

Untuk memastikan keamanan dana, Bank Mandiri juga melakukan uji sensitivitas yang ketat. Analisis ini memperhitungkan skenario terburuk jika terjadi fluktuasi harga batu bara di pasar global serta perubahan tingkat produksi dari debitur. Hal ini dilakukan agar bank tetap aman meskipun kondisi pasar komoditas sedang tidak stabil.

Terkait penggunaan saham JARR dan PGUN sebagai agunan, pihak bank menegaskan bahwa posisi saham tersebut hanya berfungsi sebagai sumber pelunasan sekunder atau second way out. Artinya, pelunasan kredit tetap mengandalkan arus kas operasional perusahaan, sementara saham tersebut menjadi cadangan jika terjadi kondisi darurat.

Bank Mandiri juga memastikan bahwa nilai agunan yang dijaminkan jauh lebih besar daripada nilai kredit yang diberikan. Rasio kecukupan agunan (collateral coverage ratio) dijaga pada level 150%, dengan menggunakan perhitungan harga terendah saham JARR dan PGUN dalam periode satu bulan terakhir.

Sebagai langkah preventif tambahan, bank telah menyusun klausul dalam perjanjian kredit yang memungkinkan adanya penambahan agunan (top-up) atau pengurangan plafon kredit jika rasio kecukupan agunan tidak lagi memenuhi standar yang ditetapkan. Langkah ini diambil demi menjaga profil risiko bank agar tetap berada dalam batas aman (risk appetite).

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar