Nasib Benjamin Netanyahu di Ujung Tanduk

Moch Divan

Nasib Benjamin Netanyahu di Ujung Tanduk

lintaswarta.co.id – Hasil hitung cepat pemilu di Israel menunjukkan situasi politik yang sangat tidak menentu. Di tengah kecamuk perang yang belum usai, pemungutan suara yang digelar pada Selasa (27/10/2026) waktu setempat berakhir tanpa pemenang tunggal yang absolut. Hasil survei keluar atau exit poll memberikan sinyal kuat bahwa dominasi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang telah berlangsung bertahun-tahun kini berada di ambang keruntuhan.

Berdasarkan proyeksi sementara, blok oposisi yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot diprediksi akan mengungguli kubu Netanyahu. Meskipun demikian, kemenangan ini belum menjamin pembentukan pemerintahan baru yang stabil. Kedua belah pihak masih harus berjuang keras menyusun koalisi untuk mencapai mayoritas di Knesset, parlemen Israel yang memiliki 120 kursi.

Nasib Benjamin Netanyahu di Ujung Tanduk
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data dari Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel menunjukkan fenomena menarik dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen. Angka ini mencetak rekor tertinggi dalam dua dekade terakhir, melampaui partisipasi pada pemilu tahun 2022. Tingginya antusiasme warga ini mencerminkan besarnya keresahan masyarakat terhadap arah kebijakan negara di tengah konflik bersenjata yang berkepanjangan.

COLLABMEDIANET

Tiga jaringan televisi utama di Israel melaporkan bahwa blok Eisenkot diperkirakan akan mengantongi 52 kursi, unggul tipis dari blok Netanyahu yang dipimpin Partai Likud dengan proyeksi 50 kursi. Namun, tantangan besar menanti Eisenkot. Meskipun unggul, ia sulit merangkul partai-partai Arab yang diprediksi menguasai 18 kursi karena sikap politiknya yang cenderung keras terhadap isu-isu tertentu.

Di sisi lain, media yang pro-Netanyahu, seperti Channel 14, memberikan narasi berbeda. Mereka memprediksi Netanyahu dan sekutunya mampu mengamankan 60 kursi, yang secara teori bisa memberikan posisi tawar kuat bagi sang perdana menteri. Yohanan Plesner dari Israel Democracy Institute menyebut hasil sementara ini sebagai pukulan telak bagi koalisi Netanyahu yang sebelumnya sangat dominan.

Ketegangan politik semakin memanas dengan pernyataan keras dari pemimpin oposisi, Yair Lapid. Ia menyebut hasil ini sebagai "keruntuhan total" bagi kubu Netanyahu. Sementara itu, Gadi Eisenkot, mantan kepala militer yang kini menjadi penantang utama, mencoba memposisikan diri sebagai tokoh penengah yang mampu membawa perubahan tanpa mengabaikan aspek keamanan nasional.

Netanyahu sendiri kini menghadapi tekanan dari berbagai arah. Selain kritik atas kegagalan intelijen saat serangan Hamas pada 2023, ia juga harus berhadapan dengan berbagai tuntutan hukum terkait kasus korupsi. Meski demikian, pengalaman politiknya selama hampir dua dekade menjadikannya sosok yang tangguh dalam menghadapi krisis. Kini, mata dunia tertuju pada proses penghitungan suara resmi yang akan menentukan apakah Israel akan memasuki era kepemimpinan baru atau tetap berada di bawah kendali Netanyahu.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar