lintaswarta.co.id – Dunia sepak bola Inggris diguncang oleh hasil yang sangat tidak terduga dalam ajang Carabao Cup. Arsenal, raksasa Premier League yang dijuluki Meriam London, harus menelan pil pahit setelah didepak oleh klub kasta keempat, Fleetwood Town. Dalam laga dramatis yang berlangsung di Stadion Highbury pada Rabu (28/10/2026) dini hari WIB, tim tamu berhasil menciptakan sejarah baru dengan menumbangkan sang favorit juara melalui babak adu penalti.
Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang pembuktian dominasi Arsenal justru berubah menjadi mimpi buruk bagi anak asuh Mikel Arteta. Setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal 90 menit, Fleetwood Town akhirnya memenangkan drama adu penalti dengan skor tipis 5-4. Kemenangan ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah kompetisi Carabao Cup, mengingat perbedaan kasta yang sangat mencolok antara kedua tim.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Fleetwood Town yang berada di peringkat ke-18 kasta keempat tidak menunjukkan rasa gentar. Mereka justru tampil agresif dan memberikan tekanan kepada lini pertahanan Arsenal. Kejutan pertama terjadi di babak pertama melalui skema serangan balik yang apik. Berawal dari umpan jauh Harrison Neal, pemain Fleetwood, Loupalo-Bi, berhasil memenangkan duel fisik melawan Marli Salmon. Dengan tembakan kaki kiri yang akurat, Loupalo-Bi berhasil mengecoh kiper debutan Arsenal, Ilian Meslier, dan membawa tim tamu unggul 1-0.

Related Post
Laga sempat mengalami gangguan teknis di awal babak pertama. Wasit Michael Salisbury terpaksa menghentikan pertandingan selama delapan menit pada menit ke-57 setelah munculnya sebuah drone di atas stadion. Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil menangkap operator drone tersebut di area taman dekat stadion sebelum pertandingan diizinkan berlanjut.
Memasuki babak kedua, Mikel Arteta mencoba melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Martin Odegaard dan Ben White. Langkah ini terbukti efektif karena Arsenal langsung mendominasi penguasaan bola. Hasilnya, Victor Gyokeres berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, yang sekaligus menjadi gol perdananya musim ini. Namun, kegembiraan Arsenal tidak bertahan lama setelah pemain muda mereka, Max Dowman, menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Harrison Neal.
Bermain dengan sepuluh pemain, Arsenal terus mencoba membongkar pertahanan rapat Fleetwood Town. Namun, kiper Fleetwood, Jay Lynch, tampil bak pahlawan dengan melakukan penyelamatan krusial terhadap peluang emas dari Ben White dan Martin Odegaard di masa injury time.
Drama mencapai puncaknya saat adu penalti. Lima eksekutor Fleetwood Town, yakni Coughlan, Neal, Davies, Cannon, dan Conor Haughey, tampil tanpa cela. Di sisi lain, Arsenal hanya mampu mengandalkan akurasi dari Odegaard, Kai Havertz, dan Gyokeres. Kegagalan Bruno Guimaraes dalam mengeksekusi tendangan penaltinya menjadi titik balik yang mengakhiri perjalanan Arsenal di kompetisi ini. Kekalahan memalukan ini mengingatkan publik pada tragedi kelam Arsenal di final tahun 1969 saat mereka ditumbangkan oleh Swindon Town.








Tinggalkan komentar