Lintaswarta.co.id – Mimpi Timnas Futsal Indonesia untuk merengkuh gelar juara Piala Asia 2026 harus pupus secara dramatis. Dalam laga final yang berlangsung sengit melawan raksasa futsal Asia, Iran, skuad Garuda harus mengakui keunggulan lawan melalui babak adu penalti yang mendebarkan. Pertarungan yang diwarnai jual beli serangan dan kejar-mengejar skor ini berakhir dengan Indonesia sebagai runner-up, sebuah pencapaian yang tetap patut diapresiasi meskipun diwarnai rasa kecewa mendalam.
Pertandingan dimulai dengan tekanan dari Iran. Tim Melli berhasil unggul cepat pada menit keempat melalui gol Hosein Tayebi, memanfaatkan umpan matang dari Mehdi Karimi. Namun, semangat juang Indonesia tak padam. Hanya berselang tiga menit, Reza Gunawan sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan bola rebound dari sepakan Dewa Rizki yang gagal ditangkap sempurna oleh kiper Iran, Bagher Mohammadi. Momentum berbalik. Indonesia bahkan berbalik memimpin 2-1 tak lama kemudian. Israr Megantara menunjukkan magisnya, menerima lemparan Ahmad Habiebie, ia berhasil melewati penjagaan ketat dan melepaskan tembakan akurat ke gawang lawan.
Dominasi Indonesia berlanjut. Israr Megantara kembali menjadi momok bagi pertahanan Iran. Menerima lemparan datar dari Habiebie, Israr menggiring bola dan dengan tenang menuntaskan peluang, membawa Indonesia unggul jauh 3-1 pada menit kesembilan. Iran sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-15 melalui Saeid Ahmad, namun gol tersebut dianulir setelah wasit meninjau VAR dan menemukan bola telah keluar dari area pertandingan sebelum gol tercipta. Drama tak berhenti di situ. Wendy Brian Ick melakukan sacrifice foul pada menit ke-16 yang berbuah penalti titik kedua bagi Iran. Namun, Salar Aghapour gagal menaklukkan Ahmad Habiebie yang tampil gemilang dengan penyelamatan krusialnya. Meski demikian, Iran akhirnya berhasil memangkas jarak. Pada menit ke-18, kesalahan Habiebie dalam menguasai bola berujung tendangan bebas bagi Iran. Umpan cerdik Aghapour berhasil dituntaskan oleh Mehdi Karimi, mengubah skor menjadi 3-2 yang bertahan hingga turun minum.

Related Post
Memasuki babak kedua, Iran tampil lebih agresif, melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Indonesia. Tekanan ini membuahkan hasil pada menit ke-23 ketika Saeid Ahmad mencetak gol penyama kedudukan, membuat skor menjadi 3-3. Namun, kegembiraan Iran hanya sesaat. Dalam hitungan detik, Samuel Eko berhasil mengembalikan keunggulan Indonesia menjadi 4-3, memanfaatkan kesalahan lawan dalam membangun serangan. Iran terus merespons dengan peluang-peluang berbahaya, namun lini belakang Merah Putih tampil kokoh menahan gempuran. Di empat menit terakhir waktu normal, Iran mengambil langkah berani dengan menerapkan powerplay, memaksimalkan Mahdi Karimi sebagai kiper terbang. Strategi ini terbukti efektif. Karimi sendiri berhasil mencetak gol pada menit ke-37, menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Babak pertama extra time tidak menghasilkan gol. Namun, drama kembali tersaji di babak kedua extra time. Pada menit ke-38, Israr Megantara kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol dari tendangan penjuru, membawa Indonesia memimpin 5-4. Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama. Iran kembali memainkan powerplay dan Aghapour melepaskan tendangan jarak jauh yang sukses merobek jala gawang Indonesia, mengubah skor menjadi 5-5 yang tak berubah hingga peluit akhir babak tambahan waktu.
Penentuan juara harus melalui adu penalti yang menegangkan. Firman Adriansyah menjadi eksekutor pertama Indonesia dan sukses menjalankan tugasnya. Kiper Muhammad Nizar kemudian tampil heroik dengan menggagalkan tendangan Masoud Yousef. Rio Pangestu memperlebar keunggulan Indonesia menjadi 2-0. Iran membalas melalui Mohammadhosein Derakhsani. Rizki Xavier menjaga keunggulan Indonesia menjadi 3-1, namun Saeid Ahmad kembali membobol gawang Habiebie. Dewa Rizki sayangnya gagal mencetak gol, membuat skor tetap 3-2. Aghapour kemudian menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Ardiansyah Nur membawa Indonesia kembali memimpin 4-3, namun Hossein Tayebi kembali menyamakan skor menjadi 4-4. Puncak drama terjadi saat Israr Megantara, pahlawan di waktu normal, gagal menjaringkan bola. Kesempatan ini dimanfaatkan sempurna oleh Hossein Sabzi, penendang keenam Iran, yang sukses membobol gawang Indonesia dan memastikan kemenangan Iran dalam adu penalti.
Dengan hasil ini, Timnas Futsal Indonesia harus puas sebagai runner-up Piala Asia 2026. Meskipun kalah, perjuangan keras dan penampilan heroik para pemain Garuda patut diacungi jempol, menunjukkan potensi besar futsal Indonesia di kancah internasional.









Tinggalkan komentar