Lintaswarta.co.id – Bank Mandiri kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam inovasi perbankan digital. Melalui platform Wholesale Digital Super Kopra by Mandiri, sebuah terobosan signifikan dihadirkan bagi para eksportir tanah air: fitur DHE Tracker. Solusi terintegrasi ini dirancang untuk mempermudah pemantauan, pengelolaan, serta memastikan kepatuhan terhadap penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) pada Rekening Khusus (Reksus) sesuai regulasi yang berlaku. Ini menjadi jawaban atas kompleksitas administrasi DHE SDA yang selama ini kerap menjadi tantangan.
Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2025, merupakan devisa krusial yang berasal dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan/atau pengolahan sumber daya alam. Kewajiban penempatannya dalam sistem keuangan nasional melalui mekanisme tertentu menuntut ketelitian administrasi dan pemantauan transaksi yang konsisten agar perusahaan dapat menjaga kepatuhan sekaligus mengoptimalkan arus kas mereka.

Menjawab kebutuhan vital tersebut, DHE Tracker dari Kopra by Mandiri menawarkan visibilitas menyeluruh atas setiap transaksi dana yang masuk ke Rekening Khusus DHE SDA. Fitur ini memungkinkan perusahaan memantau aliran dana secara real-time, sehingga proses rekonsiliasi dan pencatatan menjadi jauh lebih akurat, cepat, dan efisien. Yohan Sugiono, Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri, menegaskan bahwa dengan inovasi berkelanjutan ini, Bank Mandiri memastikan pengelolaan DHE SDA tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi optimal bagi eksportir.

Related Post
"Melalui Kopra by Mandiri, perusahaan dapat mengelola kewajiban devisa dengan lebih terkontrol sekaligus mengoptimalkan likuiditas usaha," ujar Yohan dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).
Berbagai kemudahan operasional bisnis dapat dinikmati eksportir melalui DHE Tracker. Seluruh informasi, mulai dari pelaporan hingga pemeriksaan, tersaji dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi, secara signifikan meminimalkan risiko kesalahan pencatatan dan duplikasi data. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan self-flagging, yang memungkinkan perusahaan mengategorikan dana yang diterima berdasarkan jenisnya—seperti hasil ekspor minyak dan gas, non-minyak dan gas, maupun transaksi lainnya sesuai ketentuan. Pengelompokan ini sangat membantu tim keuangan dalam menyusun laporan internal, mendukung proses audit, serta memastikan pemenuhan kewajiban regulasi secara lebih tertib dan terdokumentasi.
Tak hanya itu, sistem ini juga dilengkapi dengan notifikasi otomatis setiap kali ada dana masuk ke Rekening Khusus DHE SDA. Informasi tersebut dapat diakses langsung melalui platform Kopra, menghilangkan kebutuhan pengecekan manual secara berkala. Pendekatan proaktif ini menjadikan pengawasan arus devisa lebih responsif dan memberikan kepastian dalam pengambilan keputusan keuangan. Laporan transaksi masuk pun dapat diunduh sebagai dokumen pendukung administrasi, memudahkan perusahaan dalam pengarsipan dan persiapan dokumen untuk pelaporan atau pemeriksaan. Dengan transparansi pemantauan, pengelompokan transaksi yang sistematis, serta akses informasi yang mudah, DHE Tracker pada Kopra by Mandiri menjelma menjadi mitra strategis bagi perusahaan dalam menjaga kepatuhan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.
Yohan menambahkan, inovasi ini menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung eksportir Indonesia untuk tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global, sekaligus memperkuat sistem keuangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. "Kehadiran DHE Tracker semakin memperkuat peran Kopra by Mandiri sebagai enabler transformasi digital sektor wholesale, sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, performa Kopra by Mandiri secara keseluruhan menunjukkan tren positif. Hingga Desember 2025, nilai transaksi yang tercatat telah melampaui Rp27.000 triliun, melonjak lebih dari 20% secara tahunan. Volume transaksinya pun menembus angka 1,5 miliar, meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan jumlah pengguna yang kini melampaui 300.000, hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan korporasi terhadap layanan digital yang ditawarkan Bank Mandiri.









Tinggalkan komentar