Cuan Lebaran! Pinjol & Multifinance Diprediksi Melesat!

Harimurti

Cuan Lebaran! Pinjol & Multifinance Diprediksi Melesat!

Lintaswarta.co.id melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi adanya tren peningkatan signifikan dalam penyaluran pembiayaan di industri fintech peer-to-peer (P2P) lending, atau yang dikenal sebagai pinjaman online (pinjol), serta multifinance. Peningkatan ini diproyeksikan terjadi selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri, seiring dengan melonjaknya kebutuhan masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menjelaskan bahwa secara historis, penyaluran pembiayaan P2P lending menunjukkan pertumbuhan positif. Pada Maret 2024, sektor ini tumbuh 8,9% secara bulanan (month-to-month/mtm), dan pada Maret 2025, pertumbuhan tercatat 3,8% mtm. "Fenomena ini menegaskan bahwa periode Ramadan hingga menjelang Lebaran merupakan momentum krusial bagi peningkatan penyaluran pembiayaan, seiring melonjaknya kebutuhan konsumsi, perjalanan, hingga tambahan modal kerja musiman bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," terang Agusman dalam keterangan tertulis yang diterima Lintaswarta.co.id baru-baru ini.

Cuan Lebaran! Pinjol & Multifinance Diprediksi Melesat!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun terjadi lonjakan penyaluran, OJK optimistis kualitas pendanaan di industri P2P lending, yang diukur dengan rasio kredit macet di atas 90 hari (TWP90), akan tetap terjaga di bawah ambang batas 5%. Untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah momentum Lebaran, OJK menekankan pentingnya penguatan sistem penilaian kredit (credit scoring) dan verifikasi peminjam (borrower) yang lebih ketat.

COLLABMEDIANET

Tren serupa juga terlihat pada industri multifinance. Piutang pembiayaan sektor ini cenderung meningkat pada periode menjelang Lebaran. Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan tumbuh 2,05% mtm dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) gross yang terkendali di angka 2,45%. Sementara itu, pada Maret 2025, terjadi peningkatan 0,78% mtm dengan NPF gross sebesar 2,71%. "Data ini mengindikasikan bahwa momentum Lebaran secara umum mendorong peningkatan pembiayaan dengan kualitas kredit yang tetap terkontrol dan terjaga," tambah Agusman.

Guna menjaga kualitas pembiayaan tetap prima di kedua sektor tersebut, OJK mengimbau seluruh pelaku usaha untuk memperkuat manajemen risiko. Hal ini sesuai dengan amanat POJK 42/2024, yang mewajibkan adanya pengawasan aktif dari manajemen, proses identifikasi, serta pengendalian risiko dan sistem pengendalian internal yang memadai. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan, meskipun ada proyeksi panen keuntungan di musim Lebaran.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar