Lintaswarta.co.id melaporkan, militer Israel secara signifikan memperluas operasi perbatasannya, merangsek lebih dalam ke wilayah Lebanon Selatan. Manuver ini, yang terekam dalam foto-foto Reuters pada Rabu (1/4/2026), merupakan respons tegas Tel Aviv untuk membendung gelombang serangan roket dan rudal antitank kelompok Hizbullah yang tiada henti menyasar permukiman di Israel utara.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui Komando Utara Israel, menegaskan bahwa perluasan zona keamanan ini esensial untuk menggagalkan potensi invasi dan menjauhkan jangkauan tembakan mematikan Hizbullah dari pemukiman warga Israel di sepanjang perbatasan. Ini menunjukkan tekad Israel untuk menciptakan buffer zone yang lebih dalam.
Meski demikian, belum ada rincian pasti dari Tel Aviv apakah operasi militer ini akan melampaui Sungai Litani, sebuah garis demarkasi penting yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan. Pengumuman ini sendiri menandai eskalasi dramatis dalam intensitas pertempuran, yang dipicu oleh serangkaian serangan balasan Hizbullah menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran sebelumnya.

Related Post
Netanyahu mengklaim bahwa pasukannya telah berhasil mengeliminasi ribuan pejuang Hizbullah dan secara signifikan mengurangi cadangan rudal kelompok tersebut. Dengan operasi ini, Israel bertekad untuk mengubah situasi keamanan di perbatasan utara secara fundamental, demi memastikan warga sipil dapat kembali ke rumah mereka dengan aman tanpa ancaman konstan.
Konflik yang telah berkecamuk sejak 2 Maret 2026 ini telah menelan korban jiwa yang signifikan di kedua belah pihak. Otoritas kesehatan Lebanon melaporkan bahwa lebih dari 1.100 orang tewas akibat serangan udara dan operasi darat Israel, termasuk sejumlah besar warga sipil dan tenaga medis yang tak bersalah.
Perluasan operasi militer Israel ke jantung Lebanon Selatan ini sontak memicu kekhawatiran global akan potensi terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Mengingat keterlibatan langsung berbagai aktor regional dan dukungan militer Amerika Serikat yang tak tergoyahkan di balik operasi Israel, ancaman konflik berskala penuh kini terasa semakin nyata.









Tinggalkan komentar