Pengorbanan Heroik Aipda Yudhie Dihargai Kapolri

Harimurti

Pengorbanan Heroik Aipda Yudhie Dihargai Kapolri

lintaswarta.co.id mengabarkan, sebuah penghormatan tertinggi diberikan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada salah satu putra terbaik institusi, Aipda Yudhie Perdana Putra. Anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan ini dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa secara anumerta, setelah gugur dalam menjalankan tugas mulia memberantas peredaran narkotika.

Jenderal Sigit menegaskan bahwa pemberian kenaikan pangkat ini merupakan wujud apresiasi mendalam dan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi serta pengorbanan almarhum. "Institusi memberikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dan memberikan kenaikan pangkat luar biasa," ujar Kapolri kepada awak media pada Jumat (3/7). Beliau juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, mewakili seluruh jajaran Polri atas kehilangan yang tak terhingga ini.

Pengorbanan Heroik Aipda Yudhie Dihargai Kapolri
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Insiden tragis yang merenggut nyawa Aipda Yudhie terjadi pada Rabu (1/7) malam di Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa tim Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi krusial dari masyarakat terkait dugaan peredaran sabu. Penyelidikan mengarah pada seorang residivis kasus narkotika berinisial BIO, yang kemudian menjadi target operasi utama.

COLLABMEDIANET

Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi senyap tersebut. Tim dibagi menjadi dua kelompok; satu tim bergerak untuk menindak di kediaman target, sementara tim lainnya bersiaga sebagai unsur pendukung. Awalnya, target berhasil diamankan. Namun, situasi mendadak berubah mencekam ketika sejumlah orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan sengit. Mereka menyerang petugas menggunakan senjata tajam berupa parang, bahkan tak segan-segan memakai senjata api rakitan.

Amukan massa yang terus bertambah membuat situasi semakin tidak terkendali. Para personel berupaya menyelamatkan diri, sebagian terpaksa berenang menyeberangi sungai dan mencari perlindungan di hutan belantara sambil meminta bantuan penebalan. Dalam kekacauan tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia dengan luka serius akibat senjata tajam. Sementara itu, dua anggota lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan risiko tinggi yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memerangi kejahatan narkotika.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar