lintaswarta.co.id, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyikapi rencana safari politik Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah pada pertengahan Juli mendatang. Jawa Tengah, yang secara historis merupakan basis kuat atau "kandang banteng" bagi partai berlambang kepala banteng moncong putih itu, menjadi sorotan setelah rencana kunjungan tersebut diumumkan.
Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menilai inisiatif tersebut tidak lebih dari sebuah bentuk kesombongan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan tak perlu ditanggapi secara serius, apalagi sampai menimbulkan kekhawatiran. "Itu hanya bentuk kesombongan PSI, bukan pernyataan yang perlu ditanggapi, apalagi dikhawatirkan," tegas Guntur Romli saat dihubungi pada Minggu (5/7).
Guntur Romli, yang akrab disapa Gunrom, tak segan melontarkan kritik pedas, menyebut PSI terlalu jumawa. Menurutnya, PSI bukanlah entitas politik yang memiliki kapasitas untuk merebut dominasi di wilayah tersebut, mengingat kegagalan mereka menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2024 lalu. "Kalau PSI itu parpol besar di 2024, terus bilang mau rebut kandang Banteng, itu lebih masuk akal," ujarnya.

Related Post
Gunrom bahkan mempertanyakan efektivitas langkah PSI, mengingat partai tersebut gagal melenggang ke Senayan meski telah mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Jokowi kala itu. "Meski didukung penuh oleh Jokowi yang waktu itu masih presiden, dengan mengusung tagline ‘PSI Partai Jokowi’ dan memajang foto Presiden di berbagai baliho kampanye, jika saat masih menjabat presiden saja Jokowi tidak berhasil meloloskan PSI, apalagi kini setelah tidak lagi menjabat," sindirnya.
Rencana safari politik Jokowi ke Jawa Tengah ini disebut-sebut akan melibatkan putranya, Kaesang Pangarep, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSI. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, mengungkapkan rencana ini setelah bertemu Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (3/7). Kendati demikian, rincian mengenai kabupaten atau kota mana saja yang akan menjadi tujuan kunjungan masih belum final. "Mudah-mudahan di pertengahan bulan Juli ini sudah bisa berjalan," kata Yogo.









Tinggalkan komentar