Lintaswarta.co.id melaporkan bahwa Bupati Ketapang, Kalimantan Barat, Alexander Wilyo, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang secara tegas meminta keterlibatan aktif perusahaan dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bahkan di luar area operasional mereka. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perluasan penanganan Karhutla yang masih menjadi ancaman serius di musim kemarau ini.
Melalui Surat Edaran Nomor 52 Tahun 2026 yang diterbitkan pada Sabtu (22/8), Alexander Wilyo menginstruksikan perusahaan perkebunan, kehutanan, hingga pertambangan untuk tidak hanya berfokus pada wilayah kerja mereka, melainkan juga turut serta membantu penanganan kebakaran di wilayah lain di Kabupaten Ketapang. Bupati menekankan bahwa perusahaan memiliki sumber daya yang melimpah, mulai dari personel pemadam terlatih, mobil tangki air, pompa, selang, drone, sarana komunikasi, hingga kendaraan pendukung. Mereka juga diminta memastikan ketersediaan serta akses terhadap sumber air di wilayah operasional masing-masing untuk mendukung pemadaman darurat.
"Bantuan ini tidak terbatas pada wilayah operasional masing-masing, melainkan mencakup seluruh wilayah Kabupaten Ketapang sesuai kebutuhan lapangan," tegas Alexander, Minggu (23/8). Ia menambahkan bahwa optimalisasi potensi perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Related Post
Selain mengerahkan sektor swasta, Alexander juga meminta aparat penegak hukum (APH) untuk memperketat pengawasan di area rawan Karhutla. TNI dan Polri diinstruksikan untuk meningkatkan patroli dan segera menindaklanjuti setiap laporan titik api, serta melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran lahan. Pemerintah kecamatan dan desa juga diwajibkan memperkuat patroli dan deteksi dini, memastikan wilayahnya siaga, serta melaporkan setiap temuan titik api kepada BPBD Ketapang.
Masyarakat diimbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga yang menemukan titik api diminta segera melapor dan tidak menghambat petugas pemadam. Jika kabut asap terjadi, penggunaan masker sangat dianjurkan saat beraktivitas di luar ruangan.
Secara nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas Karhutla di Indonesia mencapai 72.798 hektare per akhir pekan lalu, dengan Kalimantan Barat menjadi provinsi penyumbang terbesar, yakni 38.310 hektare per Minggu (23/8). Menanggapi kondisi darurat ini, Presiden RI Prabowo Subianto pada Minggu malam (23/8) menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang. Rapat yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan tiga kepala staf angkatan TNI ini membahas tindak lanjut penanganan Karhutla serta bantuan pascagempa NTT. Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden telah menginstruksikan penambahan 17 pesawat water bombing ke Kalimantan dan mobilisasi 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan untuk penanganan Karhutla di wilayah tersebut. Alexander menegaskan, penanganan Karhutla adalah tanggung jawab bersama, dan seluruh potensi daerah harus dioptimalkan.









Tinggalkan komentar