Lintaswarta.co.id, Jakarta – Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Senin, 28 September mendatang. Agenda utama pertemuan ini adalah untuk membeberkan temuan kontroversial terkait dugaan fasilitas mewah yang tersembunyi di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.
Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, menegaskan bahwa pihaknya siap hadir di Kompleks Parlemen untuk mengonfirmasi setiap detail temuan serta bukti-bukti yang telah dikumpulkan. "Kita siap datang ke DPR," ujar Fikri saat dihubungi pada Jumat (25/9).
Pihak Ombudsman tidak datang dengan tangan kosong. Mereka akan membawa serta dokumen krusial berupa sejumlah foto dan rekaman video yang berhasil didapatkan selama inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Rabu (23/9) lalu. "Semua foto dan video jika dibutuhkan akan kami sajikan," tambahnya, menunjukkan keseriusan dalam menghadapi persidangan.

Related Post
Temuan Ombudsman ini menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan adanya perbedaan mencolok pada isi bangunan Lapas. Saat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melakukan sidak pada Jumat (25/9), bangunan yang dimaksud terlihat kosong melompong. Padahal, hanya dua hari sebelumnya, tim Ombudsman menemukan fasilitas lengkap dan mencurigakan di dalamnya.
Menanggapi perbedaan ini, Fikri Yasin tidak ambil pusing. Ia menegaskan bahwa Ombudsman memiliki bukti yang sangat kuat dan tidak terbantahkan. "Ya enggak apa-apa, bagi kami data ini berupa foto dan video nanti kita paparkan di DPR… karena Ombudsman bukti ini cukup untuk menjawab bahwa Lapas Cibinong melakukan diskriminatif dan maladministrasi," tegas Fikri, mengindikasikan bahwa perubahan kondisi fisik tidak akan menggugurkan temuan mereka.
Fikri sebelumnya telah menyinggung kemungkinan adanya upaya pengondisian atau pembersihan ketika pihak lain hendak mendatangi kembali Lapas Cibinong. "Jadi kalau misal kawan-kawan wartawan nanti ke sana sudah bersih, sudah rata, manis, enggak apa-apa juga. Kami enggak menyalahkan kawan-kawan wartawan. Karena sebenarnya sederhana, 24 jam selesai barang itu," jelas Fikri dalam Konferensi Pers, Kamis (24/9).
Ia menambahkan, antisipasi terhadap pengondisian ini telah disiapkan matang oleh Ombudsman dengan mengantongi dokumen lengkap sebagai bukti tak terbantahkan. "Antisipasinya cuma satu. Kami menyiapkan dokumen kami yang cukup lengkap itu. Jadi kalau nanti ada misal, ‘Oh ini mobilnya sudah enggak ada’, ini ada mobilnya. Terus ‘Oh bangunannya sudah enggak ada’, ah ini videonya, ini fotonya," papar Fikri, menunjukkan kesiapan mereka menghadapi segala bantahan.
Ombudsman bahkan menyatakan kesiapan mereka untuk berhadapan dengan pihak manapun yang mencoba menghalangi atau membantah dugaan temuan mereka di Lapas Cibinong. "Jadi kalau kami diajak bertaruh siapapun misalnya, kita siap," ungkap Fikri dengan nada penuh keyakinan.
Di sisi lain, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, menanggapi perihal kosongnya fasilitas di dalam bangunan mewah Lapas Cibinong. Ia berjanji akan menginvestigasi secara mendalam. "Itu gunanya investigasi, ya kan? Sesuatu mana yang berubah, mana yang tidak, itu kan kita juga bukan orang yang tidak pengalaman, ya toh?" ujar Aris saat melakukan sidak, Jumat (25/9).







Tinggalkan komentar