Pangeran Mateen Suarakan Solusi Gaza di PBB

Harimurti

Pangeran Mateen Suarakan Solusi Gaza di PBB

lintaswarta.co.id – Dunia internasional kembali menyoroti posisi tegas Brunei Darussalam terkait krisis kemanusiaan yang terus memuncak di wilayah Palestina. Dalam sebuah forum bergengsi di New York, Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam, Pangeran ‘Abdul Mateen, melontarkan seruan keras kepada komunitas global untuk segera menghentikan pertumpahan darah di Gaza melalui gencatan senjata permanen.

Pernyataan krusial tersebut disampaikan Pangeran Mateen di sela-sela agenda Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81. Dalam pertemuan tingkat tinggi bertajuk Global Alliance for the Implementation of the Two-State Solution, ia menekankan bahwa dunia tidak boleh lagi sekadar berwacana, melainkan harus mengambil langkah nyata untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan tersebut.

Pangeran Mateen Suarakan Solusi Gaza di PBB
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pangeran Mateen menegaskan bahwa Brunei Darussalam berdiri tegak dalam mendukung pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Ia secara spesifik menyerukan agar kedaulatan Palestina ditegakkan berdasarkan perbatasan sebelum tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara tersebut. Selain itu, ia mendesak adanya akses bantuan kemanusiaan yang tanpa hambatan agar warga sipil di Gaza dapat mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar mereka.

COLLABMEDIANET

Diplomasi dan Solidaritas Islam

Dalam pertemuan koordinasi yang melibatkan para menteri luar negeri dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Pangeran Mateen menggarisbawahi pentingnya diplomasi kolektif. Menurutnya, keterlibatan yang lebih kuat dari negara-negara anggota di forum PBB sangat diperlukan untuk mendorong implementasi solusi dua negara (two-state solution) yang selama ini menjadi jalan keluar yang diharapkan.

Tak hanya fokus pada isu Palestina, Pangeran Mateen juga memberikan perhatian serius terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah lainnya. Ia menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional, terutama terkait kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon. Perlindungan terhadap warga sipil dalam konflik bersenjata menjadi poin utama yang ia tekankan demi menjaga kemanusiaan di tengah ketegangan geopolitik.

Agenda Bilateral di Panggung Dunia

Di tengah padatnya agenda UNGA, Pangeran Mateen juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat hubungan diplomatik melalui berbagai pertemuan bilateral. Salah satunya adalah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Persemakmuran, Shirley Ayorkor Botchwey, guna membahas persiapan Konferensi Tingkat Tinggi Kepala Pemerintahan Persemakmuran yang akan digelar pada November 2026 mendatang.

Diplomasi Brunei juga menyentuh aspek penguatan hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga dan kekuatan global lainnya. Ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi, untuk mempererat kerja sama antarnegara.

Selain itu, Pangeran Mateen melakukan pembicaraan strategis dengan sejumlah tokoh penting dunia, termasuk Presiden Majelis Umum PBB Dr. Khalilur Rahman, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, serta Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi.

Salah satu pertemuan yang menarik perhatian adalah dialognya dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas hubungan diplomatik Brunei-Rusia yang telah berjalan selama 35 tahun. Selain itu, pembahasan juga mencakup dinamika hubungan ASEAN-Rusia serta pentingnya menjaga sentralitas ASEAN dalam menjaga stabilitas isu-isu regional maupun global di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar