Kasus Finansial Man City Masih Berlarut

Harimurti

lintaswarta.co.id – Dunia sepak bola Inggris kembali diguncang oleh ketidakpastian hukum yang menyelimuti raksasa Premier League, Manchester City. Kasus dugaan pelanggaran aturan finansial yang menjerat klub berjuluk The Citizens tersebut tampaknya tidak akan menemui titik terang dalam waktu dekat. Pihak manajemen klub memberikan sinyal kuat bahwa perjuangan mereka di meja hijau masih akan berlangsung dalam durasi yang sangat panjang.

CEO Manchester City, Ferran Soriano, memberikan pernyataan mengejutkan terkait situasi yang sedang dihadapi klubnya. Dalam sebuah pertemuan penting dewan European Football Commission yang digelar di Kopenhagen pada Senin (28/9/2026), Soriano mengungkapkan bahwa proses hukum ini telah menjadi beban yang sangat melelahkan. Ia menyebutkan bahwa konflik ini sebenarnya sudah mengakar selama delapan tahun terakhir dan diprediksi akan terus berlanjut untuk waktu yang tidak ditentukan.

Kasus Finansial Man City Masih Berlarut
Gambar Istimewa :

Pernyataan Soriano ini muncul di tengah simpang siur laporan yang menyebutkan bahwa Manchester City telah dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dakwaan yang diajukan oleh Premier League. Meski kabar mengenai putusan tersebut telah beredar luas di kalangan media internasional, hingga saat ini pihak Premier League belum memberikan pernyataan resmi atau konfirmasi tertulis mengenai status hukum klub tersebut.

COLLABMEDIANET

Jika laporan mengenai kesalahan tersebut terbukti benar, Manchester City dipastikan tidak akan tinggal diam. Klub ini memiliki rekam jejak yang kuat dalam melakukan upaya hukum dan banding terhadap keputusan badan sepak bola jika merasa ada ketidakadilan. Hal ini sejalan dengan strategi hukum yang selama ini diterapkan oleh manajemen klub dalam menghadapi berbagai sengketa regulasi.

Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, juga turut memberikan penguatan kepada para pendukung setianya. Melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada suporter pada Sabtu (26/9/2026), Al Mubarak menegaskan bahwa klub tetap memiliki pendirian yang teguh. Ia menyatakan bahwa meskipun proses di Premier League masih sangat panjang dan melelahkan, keyakinan serta tekad klub untuk membuktikan bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran tetap tidak tergoyahkan sejak awal kasus ini bermula.

Namun, tantangan hukum kali ini memiliki kompleksitas yang berbeda dibandingkan kasus serupa dengan UEFA pada tahun 2020 silam. Dalam perkara yang melibatkan Premier League ini, Manchester City dikabarkan tidak memiliki jalur untuk membawa kasus mereka ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Hal ini menjadi hambatan prosedural yang cukup signifikan bagi klub.

Rencananya, proses banding akan ditangani oleh sebuah panel khusus melalui mekanisme yang bersifat tertutup. Perlu digarisbawahi bahwa proses banding ini bukanlah sebuah persidangan ulang dari nol, melainkan sebuah peninjauan kembali terhadap keputusan yang telah diambil oleh komisi awal. Mengingat komisi independen sebelumnya saja membutuhkan waktu lebih dari 21 bulan hanya untuk menangani persidangan awal, maka para penggemar sepak bola harus bersiap menghadapi drama hukum yang akan memakan waktu bertahun-tahun ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar