Petani Jateng Raup Miliaran Rupiah dari Asuransi

Harimurti

Petani Jateng Raup Miliaran Rupiah dari Asuransi

lintaswarta.co.id – Kabar gembira datang dari sektor pertanian Indonesia, khususnya bagi para petani yang tengah berjuang menghadapi ketidakpastian iklim. Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang digagas oleh Kementerian Pertanian (Kementan) terbukti menjadi penyelamat nyata saat musibah melanda lahan pertanian. Salah satu keberhasilan paling mencolok terlihat di Jawa Tengah, di mana para petani berhasil mengklaim dana asuransi hingga miliaran rupiah akibat bencana banjir.

Direktur Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Purwanta, mengungkapkan bahwa program AUTP merupakan instrumen perlindungan yang telah berjalan sejak tahun 2015. Program ini dirancang khusus untuk memitigasi risiko kerugian yang dihadapi petani, mulai dari ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino, bencana banjir, hingga serangan hama yang seringkali membuat petani kehilangan seluruh modal tanam mereka.

Petani Jateng Raup Miliaran Rupiah dari Asuransi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam catatan terbaru, keberhasilan klaim ini terlihat sangat signifikan di empat kabupaten di Jawa Tengah pada tahun 2025. Saat itu, bencana banjir melanda wilayah tersebut dan menyebabkan gagal panen massal. Dari total pengajuan klaim sebesar Rp 9 miliar, pemerintah melalui skema asuransi berhasil menyetujui pencairan dana sebesar Rp 7,1 miliar untuk membantu memulihkan kondisi ekonomi para petani yang terdampak.

COLLABMEDIANET

Tak hanya soal banjir, tantangan iklim berupa kekeringan juga mulai menunjukkan dampaknya pada tahun 2026. Purwanta menjelaskan bahwa hingga saat ini, sebanyak 28 kelompok tani yang tersebar di empat wilayah, yakni Sampit, Rembang, Serang, dan Yogyakarta, telah berhasil mengajukan klaim asuransi. Total lahan yang terdampak kekeringan mencapai 118 hektar dengan estimasi kerugian mencapai Rp 740 juta.

Menanggapi tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks, Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah strategis ke depan. Kementan berkomitmen untuk memperluas cakupan perlindungan dengan mengalokasikan anggaran AUTP yang menyasar 100 ribu hektare lahan pertanian khusus tanaman padi di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi petani dalam mengelola lahan mereka.

Bagi para petani yang ingin memanfaatkan program ini, pendaftaran dapat dilakukan melalui kelompok tani dengan menghubungi perwakilan Jasindo di daerah masing-masing. Mengenai biaya, premi asuransi ditetapkan sebesar Rp 180 ribu. Namun, petani tidak perlu menanggung beban tersebut sendirian karena pemerintah memberikan subsidi besar-besaran. Sebanyak 80 persen dari nilai premi ditanggung oleh APBN, sementara sisanya dapat ditutupi melalui skema APBD atau swadaya petani itu sendiri.

Dengan adanya skema perlindungan yang kuat ini, pemerintah berharap produktivitas pangan nasional tetap terjaga meskipun cuaca tidak menentu. Program AUTP bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis untuk menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan para pahlawan pangan Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar