Lintaswarta.co.id – Indonesia menunjukkan kesiapan luar biasa dalam menghadapi potensi gejolak pasokan energi global. Meskipun ancaman penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Timur Tengah membayangi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan minyak nasional tetap aman terkendali berkat strategi diversifikasi sumber impor yang matang.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi komprehensif. Hal ini dilakukan guna mencegah krisis energi di dalam negeri, dengan tidak lagi hanya mengandalkan pasokan minyak mentah dari negara-negara Timur Tengah yang pengirimannya melalui Selat Hormuz.
"Kemarin sudah disampaikan oleh Pak Menteri bahwa kita tidak hanya mengandalkan sumber yang berasal dari negara Timur Tengah khususnya yang melewati Selat Hormuz, tapi juga ke negara-negara lain, termasuk kita juga kan melanjutkan kerjasama dengan badan usaha Amerika Serikat," ujar Laode saat ditemui di Kawasan Kilang Balongan, Indramayu, pada Jumat (13/3/2026).

Related Post
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menyampaikan kekhawatiran pemerintah terkait situasi geopolitik. Bahlil menjelaskan bahwa penutupan Selat Hormuz, yang dipicu oleh konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran, akan berdampak signifikan pada pasar energi global. Dalam konferensi pers di Kementerian ESDM pada Selasa (3/3/2026), Bahlil membeberkan bahwa setiap harinya, sekitar 20,1 juta barel minyak melewati Selat Hormuz.
Ia memerinci, dari total impor minyak mentah Indonesia, sekitar 20-25% selama ini memang berasal dari kawasan Timur Tengah dan distribusinya melalui selat strategis tersebut. Namun, sisanya dipasok dari berbagai negara lain seperti Afrika, Amerika Serikat, dan Brasil.
Oleh karena itu, guna mengantisipasi potensi kekurangan pasokan dan meminimalisir risiko terperangkap dalam dinamika global yang tidak menentu, pemerintah berencana mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah langsung ke Amerika Serikat. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian global.









Tinggalkan komentar