Lintaswarta.co.id – Ketegangan di perbatasan Afghanistan dan Pakistan mencapai titik didih menyusul serangkaian serangan lintas batas yang terjadi pada Jumat pekan lalu. Situasi memanas setelah pasukan Pakistan melancarkan pemboman terhadap sejumlah target pemerintah Taliban di kota-kota besar Afghanistan pada malam sebelumnya, memicu reaksi keras dari Kabul.
Pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Pertahanan Pakistan yang menyebut eskalasi ini sebagai "perang terbuka". Ungkapan tersebut menggarisbawahi memburuknya hubungan diplomatik dan militer antara Islamabad dengan pemerintahan Taliban di Kabul, sekaligus memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di wilayah perbatasan yang memang sudah dikenal rawan.
Sebagai respons, sejumlah laporan menunjukkan pasukan Taliban terlihat sibuk memuat peluncur roket ke dalam kendaraan militer mereka. Taliban sendiri telah mengonfirmasi bahwa mereka melancarkan apa yang disebut sebagai serangan balasan terhadap instalasi militer Pakistan, menuduh Islamabad sebagai pihak yang pertama kali memicu eskalasi dengan menyerang wilayah kedaulatan Afghanistan.

Related Post
Sumber keamanan Pakistan mengklaim serangan awal mereka melibatkan rudal udara-ke-darat yang secara presisi menargetkan kantor serta pos militer Taliban di ibu kota Kabul, Kandahar, dan Paktia. Selain itu, bentrokan darat juga dilaporkan pecah di beberapa sektor sepanjang garis perbatasan kedua negara mayoritas Muslim ini. Di sisi lain, aparat kepolisian Pakistan di Provinsi Balochistan terlihat memperketat penjagaan di dekat perbatasan dengan Afghanistan, mengantisipasi potensi serangan balasan dan pergerakan lintas batas.
Kedua belah pihak saling mengklaim telah menimbulkan kerugian besar pada lawan mereka, namun angka korban dan kerusakan yang dikeluarkan sangat berbeda dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters. Hingga kini, situasi di perbatasan dilaporkan masih sangat tegang, menyisakan pertanyaan besar tentang masa depan stabilitas regional.









Tinggalkan komentar