GEGER! Trump Kirim Armada Perang, Iran Terkepung!

Harimurti

Lintaswarta.co.id – Situasi di Timur Tengah kian memanas setelah Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menginstruksikan persiapan pengerahan gugus tempur kapal induk kedua menuju kawasan tersebut. Langkah ini menandai peningkatan tekanan militer Washington terhadap Teheran, di tengah alotnya proses negosiasi program nuklir yang sedang berlangsung.

Menurut laporan Wall Street Journal, yang mengutip tiga pejabat AS pada Rabu lalu, persiapan ini merupakan bagian dari rencana kontingensi untuk kemungkinan serangan terhadap Iran. Skenario ini akan diaktifkan jika upaya diplomatik menemui jalan buntu. Meskipun Presiden AS Donald Trump belum mengeluarkan perintah resmi, para pejabat memperingatkan bahwa rencana tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu.

GEGER! Trump Kirim Armada Perang, Iran Terkepung!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah seorang pejabat mengungkapkan bahwa perintah pengerahan bisa saja keluar dalam hitungan jam. Pejabat lain menambahkan bahwa Pentagon tengah mempersiapkan kapal induk untuk dikerahkan dalam waktu sekitar dua minggu, kemungkinan dari Pantai Timur AS. Kapal induk USS George H.W. Bush, yang saat ini sedang menyelesaikan latihan di lepas pantai Virginia, dapat mempercepat latihannya jika perintah pengerahan segera dikeluarkan.

COLLABMEDIANET

Jika disetujui, kapal induk kedua ini akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah beroperasi di kawasan tersebut. Pengerahan ini merupakan bagian dari penguatan militer AS yang lebih luas, termasuk penambahan kapal perang, sistem pertahanan udara, dan skuadron jet tempur.

Presiden Trump sendiri secara terbuka mengakui pada hari Selasa bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk lain ke kawasan tersebut. "Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan armada lainnya mungkin akan menyusul," kata Trump. Ia menambahkan bahwa Washington harus mengambil tindakan yang sangat keras jika negosiasi mengalami kegagalan.

Trump juga mengadakan pertemuan tertutup pada hari Rabu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih untuk membahas isu Iran. Setelah pertemuan tersebut, Trump menyampaikan posisinya melalui platform media sosial Truth Social. "Saya mendesak agar negosiasi dengan Iran terus berlanjut untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai atau tidak. Jika bisa, itu akan menjadi prioritas. Jika tidak bisa, kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya," tulis Trump.

Hingga kini, rincian mengenai potensi pembicaraan tidak langsung putaran kedua antara AS dan Iran belum difinalisasi. Pejabat dari kedua negara sebelumnya telah bertemu di Oman pekan lalu dalam negosiasi pertama mereka sejak serangan Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada tahun lalu.

Di sisi lain, Iran berulang kali menegaskan tidak akan sepenuhnya melepaskan hak untuk memperkaya uranium dan telah menutup pintu negosiasi terkait program rudal balistiknya. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan peringatan keras bahwa setiap serangan baru dari AS akan memicu pembalasan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika di seluruh Timur Tengah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar