Kisah Pilu: Cari Kerja, Malah Berakhir di Medan Perang Ukraina!

Harimurti

Kisah Pilu: Cari Kerja, Malah Berakhir di Medan Perang Ukraina!

Lintaswarta.co.id – Sebelas warga negara Afrika Selatan yang sebelumnya terperangkap dalam konflik bersenjata di Ukraina timur, setelah dibujuk untuk berperang membela Rusia, akhirnya berhasil kembali ke tanah air mereka pada Rabu. Kepulangan dramatis ini menandai babak baru dalam upaya repatriasi bagi para individu yang sempat mengirimkan panggilan darurat dari wilayah Donbas, Ukraina, setelah menyadari mereka telah ditipu.

Setibanya di Bandara Internasional King Shaka, para pria tersebut langsung dikawal ketat oleh aparat kepolisian, sebuah pemandangan yang menarik perhatian publik dan media. Di luar kantor polisi bandara, Jabulani Khumalo, pendiri Partai Mkhonto Wesizwe (MKP), memberikan pernyataan kepada awak media. Ia menegaskan perannya dalam memfasilitasi proses kepulangan mereka, namun dengan tegas membantah segala bentuk keterlibatan partainya dalam dugaan praktik perekrutan yang menyesatkan tersebut.

Kisah Pilu: Cari Kerja, Malah Berakhir di Medan Perang Ukraina!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Fenomena penipuan yang menjanjikan pekerjaan keamanan bergaji tinggi di Rusia, namun berujung pada penempatan di garis depan perang Ukraina, memang semakin sering mencuat dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan keluarga korban, tetapi juga memicu ketegangan diplomatik yang signifikan antara Moskow dan sejumlah negara Afrika yang warganya menjadi korban praktik perekrutan ilegal ini.

COLLABMEDIANET

Pemerintah Afrika Selatan sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa total 17 pria telah menjadi korban penipuan, dibujuk untuk melakukan perjalanan ke Rusia dengan iming-iming pekerjaan yang sangat menguntungkan. Empat di antaranya telah berhasil dipulangkan pada pekan sebelumnya, dan kini 11 lainnya telah mendarat dengan selamat di tanah air. Sementara itu, dua individu lainnya masih berada di Rusia, dengan salah satunya dilaporkan tengah menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Moskow.

Isu sensitif ini bahkan telah menjadi topik pembicaraan langsung antara Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam percakapan telepon awal bulan ini. Kantor kepresidenan Afsel menyatakan bahwa proses pemulangan para korban berhasil difasilitasi melalui jalur diplomatik yang intens, menyusul janji Putin untuk mendukung penuh kepulangan mereka dengan aman dan tanpa hambatan, mengakhiri penderitaan para pencari kerja yang terjebak dalam pusaran konflik.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar