PM Jepang ‘Lady Rocker’ Dihujat: Hadiah Mewah Rp 3,2 Juta!

Harimurti

PM Jepang 'Lady Rocker' Dihujat: Hadiah Mewah Rp 3,2 Juta!

Lintaswarta.co.id – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang kerap dijuluki "Lady Rocker" karena gaya politiknya yang tegas, kini berada dalam pusaran kontroversi politik. Ia menjadi sorotan setelah terungkap memberikan katalog hadiah senilai sekitar Rp 3,2 juta kepada lebih dari 300 anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal (LDP), menyusul kemenangan gemilang partai tersebut dalam pemilihan umum 8 Februari lalu.

Sanae Takaichi secara terbuka mengakui pemberian katalog tersebut, baik melalui platform X maupun dalam sesi parlemen pada Rabu. Ia dengan lugas mengklarifikasi bahwa sumber pembiayaan hadiah tersebut tidak menggunakan dana dari kas negara atau uang pajak rakyat. Setiap hadiah, yang mencakup biaya pengiriman dan pajak, ditaksir mencapai 30.000 yen atau setara dengan kira-kira Rp 3,2 juta per legislator.

PM Jepang 'Lady Rocker' Dihujat: Hadiah Mewah Rp 3,2 Juta!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Hadiah ini merupakan bentuk apresiasi kami atas keberhasilan mereka dalam pemilu yang sangat menantang, dan kami berharap ini akan bermanfaat dalam tugas mereka di masa depan sebagai legislator," papar Takaichi melalui unggahan di X, seperti dikutip AFP. Ia menambahkan, biaya tersebut sepenuhnya ditanggung oleh dana politik cabang LDP Prefektur Nara, yang ia pimpin. Menurutnya, tindakan ini sesuai dengan regulasi dan tidak bertentangan dengan undang-undang pendanaan politik Jepang yang memperbolehkan kontribusi dari partai atau cabang lokal, meskipun melarang donasi individu kepada kandidat publik.

COLLABMEDIANET

Namun, pengungkapan ini segera memicu badai kecaman dari kubu oposisi dan masyarakat luas, yang masih sangat sensitif terhadap isu transparansi dana politik. Junya Ogawa, pemimpin oposisi dari Aliansi Reformasi Sentris, menyatakan dengan nada sinis, "Kabar ini dengan mudah membuat orang berkata, ‘Perdana Menteri Takaichi, Anda juga?’" Ia menuntut agar Takaichi dimintai pertanggungjawaban serius atas langkah tersebut.

Media Jepang, termasuk Bunshun Online, membeberkan detail bahwa katalog hadiah tersebut berasal dari Kintetsu Department Store, sebuah perusahaan ritel ternama. Para penerima dapat memilih aneka pilihan produk premium, mulai dari sepeda, hidangan mewah, hingga paket menginap di hotel bintang lima.

Insiden ini secara tidak langsung mengingatkan kembali publik Jepang pada skandal dana gelap LDP pada tahun 2023 yang sempat menjatuhkan kabinet sebelumnya dan mengikis basis dukungan terhadap koalisi yang berkuasa. Kritik terhadap praktik hadiah politik semacam ini dikhawatirkan dapat semakin menggerus keyakinan publik terhadap partai yang sedang memimpin, terutama di tengah upaya memulihkan citra politik yang bersih.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar