Tuntut 18 Tahun! Anak Saudagar Minyak Buka Suara, Minta Ini ke Prabowo!

Harimurti

Tuntut 18 Tahun! Anak Saudagar Minyak Buka Suara, Minta Ini ke Prabowo!

Lintaswarta.co.id, Jakarta – Muhammad Kerry Adrianto Riza, putra dari saudagar minyak terkemuka Mohammad Riza Chalid, kini menghadapi tuntutan hukuman yang sangat berat dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, JPU menuntut Kerry dengan pidana penjara selama 18 tahun. Tak hanya itu, ia juga dituntut untuk membayar ganti rugi yang nilainya fantastis, mencapai Rp 13,4 triliun. Tuntutan ini berkaitan erat dengan kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Subholding, serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang terjadi dalam periode 2018-2023.

Usai pembacaan tuntutan yang mengejutkan tersebut, Muhammad Kerry Adrianto Riza langsung angkat bicara. Dengan tegas, ia menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat sama sekali dalam pusaran kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya.

Tuntut 18 Tahun! Anak Saudagar Minyak Buka Suara, Minta Ini ke Prabowo!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Seperti yang sudah saya sampaikan fakta persidangan bahwa semua saksi yang dihadirkan itu sudah bilang saya tidak terlibat dalam perkara ini," ujar Kerry di Pengadilan Tipikor PN Jakpus, menekankan bahwa kesaksian-kesaksian selama persidangan seharusnya membuktikan ketidakbersalahannya.

COLLABMEDIANET

Dalam kesempatan tersebut, Kerry juga melontarkan permohonan keadilan secara terbuka. Bahkan, ia secara spesifik meminta perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meninjau kasus yang sedang menimpanya. "Saya mohon keadilan untuk saya. Saya berharap sekali dalam situasi ini bapak presiden Prabowo bisa melihat kasus saya secara jernih dan objektif," tuturnya penuh harap.

Kerry melanjutkan pernyataannya dengan keyakinan pada integritas Presiden Prabowo. "Beliau adalah negarawan yang hebat dan bijaksana yang saya yakin tidak ingin ada kriminalisasi di negeri ini," tambahnya, menyiratkan adanya potensi ketidakadilan dalam proses hukum yang ia jalani.

Menutup pernyataannya, Kerry kembali menegaskan permohonan keadilannya. "Saya mohon agar keadilan bagi saya. Teman-teman bismillah ya. Semoga Allah melindungi kita semua," pungkasnya, diiringi doa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar