Lintaswarta.co.id melaporkan, banjir dahsyat menerjang wilayah Dagestan, kawasan Kaukasus, Rusia, pada Minggu (5/5/2026). Musibah ini menelan tiga korban jiwa dan memaksa lebih dari 5.000 penduduk dari empat permukiman untuk dievakuasi. Penyebab utama bencana ini adalah curah hujan lebat yang tak henti-hentinya mengguyur area tersebut selama beberapa hari terakhir.
Kementerian Situasi Darurat Rusia mengonfirmasi bahwa intensitas hujan yang tinggi telah mengakibatkan genangan air di lebih dari 2.000 unit bangunan tempat tinggal dan rumah pribadi. Luapan air bah ini tidak hanya merendam kawasan permukiman, tetapi juga melumpuhkan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi di sejumlah wilayah yang terdampak.
Di jantung ibu kota Dagestan, Makhachkala, sebuah insiden tragis terjadi ketika bangunan tempat tinggal dilaporkan ambruk, tak kuat menahan terjangan arus banjir yang begitu deras. Menyikapi kejadian serius ini, Komite Investigasi Rusia segera mengambil langkah hukum dengan membuka kasus pidana. Penyelidikan difokuskan pada dugaan adanya kelalaian dari pihak pejabat dalam aspek penanganan bencana dan pengawasan infrastruktur.

Related Post
Perlu diketahui, Pemerintah Rusia sebenarnya telah memberlakukan status keadaan darurat di Dagestan sejak tanggal 28 Maret. Penetapan status ini dilakukan menyusul serangkaian hujan lebat sebelumnya yang juga memicu banjir besar dan pemadaman listrik meluas di berbagai area. Situasi terkini tentu saja semakin memperburuk kondisi ribuan warga yang sudah lebih dulu terdampak oleh bencana.
Imbas dari banjir dan kerusakan infrastruktur yang meluas, tercatat lebih dari 327.000 jiwa harus hidup tanpa pasokan listrik. Saat ini, otoritas setempat terus berjibaku dalam operasi evakuasi, penanganan situasi darurat, dan berbagai upaya pemulihan. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan seluruh warga serta mengembalikan layanan dasar vital di seluruh wilayah yang terkena dampak.







Tinggalkan komentar