Lintaswarta.co.id melaporkan, Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, kembali dihadapkan pada misteri medis serius yang mengancam persiapan misi ambisius ke Bulan. Insiden mengejutkan yang menimpa astronaut veteran Michael Fincke di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Januari 2026 menjadi pengingat pahit akan ketidakpastian risiko kesehatan di luar angkasa. Fincke, secara mendadak, kehilangan kemampuan berbicara saat berada di orbit, memicu evakuasi medis pertama dalam sejarah dari ISS dan menyisakan tanda tanya besar bagi para dokter di Bumi.
Peristiwa tak terduga ini terjadi di tengah persiapan intensif NASA untuk menjalankan misi Artemis II, yang dijadwalkan membawa empat astronaut mengelilingi Bulan selama 10 hari pada April 2026. Berbeda dengan misi di ISS yang memungkinkan evakuasi relatif cepat ke Bumi, perjalanan ke Bulan memiliki risiko jauh lebih besar karena keterbatasan akses bantuan darurat dan jarak yang jauh.
Fincke sendiri menggambarkan kejadian itu datang tiba-tiba tanpa peringatan. "Itu benar-benar datang begitu saja. Sangat cepat terjadi," ujarnya. "Rekan-rekan kru langsung melihat saya dalam kondisi kesulitan. Semua orang langsung bergerak dalam hitungan detik." Saat insiden terjadi, Fincke merupakan pilot dalam misi SpaceX Crew-11 bersama astronaut NASA Zena Cardman, astronaut Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang Kimiya Yui, serta kosmonaut Rusia Oleg Platonov. Mereka bertugas menjalankan berbagai penelitian vital, termasuk terkait kesehatan astronaut, sekaligus menjaga operasional ISS.

Related Post
Kejadian berlangsung pada 7 Januari 2026, saat Fincke sedang makan malam setelah bersiap melakukan aktivitas berjalan di luar wahana (spacewalk). Ia mengaku tidak merasakan sakit fisik, dan episode tersebut berlangsung sekitar 20 menit. Melihat kondisi gawat tersebut, kru segera menghubungi tim dokter di Bumi untuk mendapatkan panduan. NASA memanfaatkan perangkat ultrasonografi canggih yang tersedia di ISS untuk memeriksa kondisi Fincke saat kejadian berlangsung.
Meskipun tim dokter memastikan Fincke tidak mengalami serangan jantung, penyebab pasti kondisinya masih menjadi misteri. Lembaga tersebut kini tengah meninjau kembali rekam medis astronaut guna mencari kemungkinan kejadian serupa sebelumnya di luar angkasa. Insiden ini memaksa NASA membatalkan aktivitas spacewalk yang dijadwalkan keesokan harinya dan mempercepat kepulangan misi Crew-11 ke Bumi pada 15 Januari 2026.
Saat ini, Fincke dilaporkan telah pulih sepenuhnya dan merasa baik-baik saja. Namun, kejadian tersebut menyoroti tantangan besar yang harus diatasi NASA, terutama dalam mengembangkan sistem medis yang mampu menangani kondisi darurat selama misi jangka panjang di luar orbit Bumi. Rencana NASA untuk membangun kehadiran manusia secara permanen di sekitar dan di permukaan Bulan, termasuk proyek pangkalan senilai sekitar US$20 miliar, membuat persoalan kesehatan astronaut menjadi semakin krusial. Tanpa sistem penanganan medis yang memadai, kejadian tak terduga seperti yang dialami Fincke berpotensi menjadi ancaman serius bagi keselamatan kru di masa depan, bahkan mungkin membahayakan keberlangsungan misi-misi eksplorasi antariksa manusia yang lebih jauh.









Tinggalkan komentar