Lintaswarta.co.id, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengoyak wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/10) dini hari, telah meninggalkan jejak kerusakan parah. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis lintaswarta.co.id menunjukkan, sedikitnya 95 unit rumah warga mengalami kerusakan signifikan, sementara satu korban jiwa juga dilaporkan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa pendataan hingga Senin (5/10) pukul 00.15 WIB mengidentifikasi seluruh rumah rusak berada di Kabupaten Sumba Barat Daya. Rinciannya meliputi satu unit rusak berat, 12 unit rusak sedang, dan 82 unit rusak ringan. Angka ini diperkirakan masih bisa bertambah seiring pemutakhiran data di lapangan oleh BPBD setempat.
Selain hunian warga, belasan fasilitas umum vital juga tak luput dari dampak guncangan. Di Sumba Barat Daya, lima tempat ibadah, tiga fasilitas pendidikan, enam fasilitas kesehatan, dan tiga rumah dinas mengalami kerusakan ringan. Satu fasilitas pendidikan bahkan tercatat rusak sedang. Sementara itu, di Kabupaten Sumba Barat, tiga rumah dinas dan dua bangunan koperasi juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Related Post
Menyikapi kondisi darurat ini, pemerintah daerah Sumba Barat Daya telah mengaktifkan pos komando guna memantau situasi dan mengkoordinasikan upaya penanganan. BNPB mendesak masyarakat dan pemerintah daerah untuk senantiasa waspada dan siaga, khususnya dalam menghadapi potensi bahaya gempa bumi yang tidak dapat diprediksi. Warga diimbau untuk memastikan keamanan bangunan sebelum kembali memasuki rumah pascagempa.
Tragedi ini juga merenggut satu nyawa. Seorang lansia berusia 73 tahun di wilayah Kodi Utara dilaporkan meninggal dunia akibat syok atau kaget saat gempa terjadi. Kapolsek Kodi Utara, Akp Bernadus Bili Kandi, seperti dikutip dari Antara, membenarkan kejadian pilu tersebut. Guncangan gempa dirasakan kuat selama kurang lebih satu menit di beberapa wilayah, termasuk Sumba Barat Daya, Sumba Barat, hingga Manggarai Barat.









Tinggalkan komentar