Kisah Heroik Postel Terungkap di Bandung Pekan Ini

Harimurti

Kisah Heroik Postel Terungkap di Bandung Pekan Ini

lintaswarta.co.id mengabarkan bahwa Kota Bandung akan menjadi saksi bisu perayaan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 yang jatuh pada Minggu, 27 September. Acara akbar ini dipusatkan di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, sebuah lokasi bersejarah di jantung Jawa Barat.

Rangkaian kegiatan yang telah disiapkan tidak hanya sekadar seremoni. Peringatan ini akan diwarnai dengan momen penuh makna, termasuk penyerahan tali asih sebagai bentuk penghormatan kepada para veteran pos dan telekomunikasi yang telah berjasa. Selain itu, apresiasi juga akan diberikan melalui penghargaan kepada industri dan asosiasi telekomunikasi yang konsisten memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan sektor ini.

Kisah Heroik Postel Terungkap di Bandung Pekan Ini
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, perayaan ini tak lepas dari akar sejarah yang mendalam. Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap 27 September berawal dari sebuah peristiwa heroik pada tahun 1945. Kala itu, Angkatan Muda PTT (Pos, Telegraf, dan Telepon) dengan gagah berani mengambil alih Jawatan PTT dari tangan militer Jepang di Kota Bandung. Momen krusial ini terjadi tepat pada tanggal 27 September, didorong oleh kenyataan bahwa lebih dari sebulan setelah proklamasi kemerdekaan, Jepang belum juga menyerahkan aset vital ini kepada bangsa Indonesia. Padahal, pada masa itu, peran pos, telekomunikasi, dan telegraf sangat esensial dalam menyatukan dan menginformasikan perjuangan kemerdekaan.

COLLABMEDIANET

Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Bandung, yang kini menjadi pusat perayaan, merupakan saksi bisu dari aksi heroik tersebut. Gedung bersejarah inilah yang menjadi titik awal penetapan Hari Bhakti Postel. Melangkah ke masa kini, Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) telah mengumumkan tema sentral untuk peringatan tahun ini, yaitu T3: ‘Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga’.

Setiap elemen dalam tema T3 memiliki makna filosofis yang relevan dengan perkembangan zaman. ‘Terhubung’ menyoroti pentingnya memperkuat konektivitas di seluruh penjuru negeri, sekaligus mempererat jalinan relasi antarberbagai pemangku kepentingan di sektor pos, telekomunikasi, dan penyiaran. Harapannya, konektivitas yang solid ini akan memicu interaksi sosial yang lebih konstruktif dan secara signifikan meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Kemudian, ‘Tumbuh’ merefleksikan semangat untuk terus berinovasi dan berkembang, memastikan sektor komunikasi senantiasa memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan bangsa. Tak kalah penting, elemen ‘Terjaga’ menggarisbawahi komitmen untuk memelihara keberlangsungan ekosistem digital dalam jangka panjang. Ini mencakup perhatian terhadap kesehatan digital, peningkatan mutu kehidupan, serta menjaga kualitas hubungan antarmanusia di tengah derasnya arus informasi dan teknologi.

Dalam keterangan tertulisnya, Komdigi menegaskan bahwa peringatan Hari Bhakti Postel bukan sekadar mengenang jejak sejarah perjuangan para insan pos dan telekomunikasi. Lebih dari itu, momentum ini juga menjadi cerminan perkembangan pesat sektor komunikasi di Indonesia yang terus beradaptasi dengan inovasi teknologi. Ketiga unsur dalam tema T3 tersebut, pada hakikatnya, membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan. Konektivitas yang kokoh diharapkan menjadi landasan utama bagi pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menjamin keberlangsungan ekosistem komunikasi yang sehat dan produktif di Tanah Air.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar