Lazio Kokoh di Puncak Klasemen

Harimurti

lintaswarta.co.id – Lazio kembali menunjukkan taringnya sebagai kekuatan dominan di Serie A musim 2026-2027. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Stadio Olimpico, Roma, pada Sabtu (24/10/2026) malam WIB, tim berjuluk Biancocelesti tersebut berhasil mengamankan tiga poin krusial setelah menumbangkan Parma dengan skor tipis 2-1.

Kemenangan ini menjadi sangat bermakna karena memastikan posisi Lazio tetap kokoh di puncak klasemen sementara. Performa impresif ini sekaligus mencatatkan awal musim terbaik dalam sejarah klub, di mana mereka sukses mengoleksi tujuh kemenangan dan hanya satu kali berbagi angka saat menghadapi AC Milan.

Lazio Kokoh di Puncak Klasemen
Gambar Istimewa :

Pertandingan berjalan cukup sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Meski Lazio datang dengan modal kepercayaan diri tinggi usai membantai Juventus 3-0, Parma tidak tinggal diam. Tim asuhan Alberto Gilardino sempat memberikan tekanan di awal laga melalui serangan balik cepat David Romero yang memaksa kiper Christos Mandas bekerja keras melakukan penyelamatan krusial.

COLLABMEDIANET

Kebuntuan baru pecah pada menit ke-50. Berawal dari skema serangan yang rapi, Reda Belahyane mengirimkan umpan terobosan kepada Mattia Zaccagni. Sayangnya, bola tersebut mengenai bek Parma, Diego Carlos, sebelum akhirnya jatuh ke kaki Kenneth Taylor. Tanpa ampun, Taylor melepaskan tembakan kaki kiri dari tepi kotak penalti yang bersarang di sudut bawah gawang Edoardo Corvi. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Petaka bagi Parma berlanjut pada menit ke-58. Kesalahan koordinasi di lini belakang saat membangun serangan memberikan celah bagi Nuno Tavares untuk mengirimkan umpan silang dari sisi kiri. Dalam upaya menghalau bola, Diego Carlos justru melakukan kesalahan fatal dengan membelokkan bola ke dalam gawangnya sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat Lazio unggul dua gol tanpa balas.

Memasuki babak kedua, Lazio sebenarnya memiliki banyak peluang untuk memperlebar jarak. Davide Frattesi dan Zaccagni beberapa kali menguji ketangguhan Corvi, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat skor tetap 2-0.

Di sisi lain, Parma yang tengah dalam tren negatif di bawah kendali Gilardino, mencoba bangkit di penghujung laga. Drama terjadi pada masa injury time. Pada menit ke-90+5, Simone Lontani berhasil mencetak gol melalui skema bola pantul yang melewati garis gawang setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri. Teknologi garis gawang mengonfirmasi gol tersebut, namun upaya keras Parma sudah terlambat.

Meski Parma berhasil mencetak gol pertama mereka di era Gilardino, hasil tersebut tidak cukup untuk merusak pesta kemenangan Lazio. Dengan hasil ini, Biancocelesti semakin menjauh dari para pesaingnya di papan atas, sementara Parma harus menelan kekalahan ketiga secara beruntun.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar