Misteri Selamat dari Maut Pesawat

Moch Divan

Misteri Selamat dari Maut Pesawat

lintaswarta.co.id – Tragedi kecelakaan pesawat sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang. Di tengah puing-puing pesawat yang hancur, sangat jarang ditemukan penyintas yang mampu keluar dari maut dengan kondisi selamat. Namun, sebuah kisah luar biasa datang dari sosok intelektual besar Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo, yang berhasil lolos dari maut dalam sebuah kecelakaan pesawat yang fatal.

Sumitro, yang merupakan ayah dari Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto sekaligus besan dari Presiden ke-2 RI Soeharto, memiliki pengalaman hidup yang sangat dramatis. Peristiwa ini terungkap melalui biografi berjudul Sumitro Djojohadikusumo, Jejak Perlawanan Begawan Pejuang karya Aristides Katoppo. Dalam catatan tersebut, terungkap bagaimana sebuah perjalanan udara berubah menjadi perjuangan hidup dan mati.

Misteri Selamat dari Maut Pesawat
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kejadian tersebut bermula pada tahun 1947. Saat itu, Sumitro tengah menempuh perjalanan dari San Francisco menuju New York menggunakan pesawat jenis Douglas DC-6. Misi utamanya adalah menjemput sang istri, Dora Marie Sigar. Namun, nasib berkata lain. Di tengah penerbangan, pesawat mengalami gangguan teknis yang mengakibatkan pesawat jatuh dengan sangat keras di kawasan Pegunungan Rocky.

COLLABMEDIANET

Dalam sebuah pengakuan yang sangat emosional, Sumitro menceritakan bahwa ia sempat memiliki insting untuk melompat keluar dari pesawat tepat sebelum pesawat menghantam bumi dan hancur berkeping-keping. Secara logika, sangat sulit membayangkan bagaimana seseorang bisa selamat dari benturan sekuat itu. Namun, keajaiban terjadi; Sumitro hanya mengalami luka gores ringan pada jari tengah tangannya.

Tragedi ini sangat memilukan karena dari 63 penumpang yang ada di dalam pesawat, sebanyak 32 orang dinyatakan tewas di tempat. Sumitro sendiri mengaku tidak habis pikir bagaimana ia bisa tetap bernapas sementara penumpang lainnya gugur.

Meski selamat, trauma mendalam membekas di benak sang ekonom ini. Selama dua hingga tiga tahun setelah kejadian, Sumitro mengalami ketakutan luar biasa terhadap penerbangan. Ia menjadi sosok yang sangat waspada dan sangat sensitif terhadap suara mesin pesawat. Jika mendengar suara mesin yang dianggapnya tidak normal, ia tidak ragu untuk menegur pilot. Ia juga merasa sangat panik jika melihat ada penumpang yang merokok di dalam kabin.

Bagi Sumitro, keselamatan yang ia dapatkan adalah sebuah "bonus nyawa" dari Tuhan. Mengingat ia pernah divonis tidak akan memiliki umur panjang, kesempatan kedua ini ia gunakan untuk mendedikasikan seluruh hidupnya bagi bangsa. Ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan manfaat bagi orang banyak.

Dedikasi tersebut terbukti nyata dalam sejarah perjalanan bangsa. Sumitro Djojohadikusumo tumbuh menjadi salah satu ekonom paling berpengaruh di Indonesia. Ia mengabdikan dirinya melalui berbagai posisi strategis, mulai dari Menteri Perdagangan dan Perindustrian pada Kabinet Natsir, Menteri Keuangan pada Kabinet Wilopo dan Kabinet Burhanuddin Harahap, hingga menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Menteri Riset pada era Orde Baru. Pengalaman hidup yang keras telah membentuknya menjadi sosok pejuang yang tak henti memberikan kontribusi bagi cita-cita kerakyatan di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar