Lintaswarta.co.id, Jakarta – Pernahkah Anda merasa terheran-heran saat melihat foto atau video lama dari beberapa dekade lalu? Seringkali, potret kehidupan masa lampau menampilkan pemandangan yang sangat berbeda dengan realitas saat ini. Salah satu perbedaan paling mencolok adalah penampilan remaja; generasi muda di masa lalu kerap terlihat jauh lebih dewasa, bahkan cenderung lebih tua, dibandingkan dengan remaja seusia mereka di era modern ini.
Ambil contoh sederhana, jika Anda mencoba mencari "Anak SMP zaman dulu" di mesin pencari Google, Anda akan disuguhi deretan foto siswa berseragam putih-biru dengan rentang usia 12-15 tahun. Namun, yang menarik perhatian adalah penampilan mereka yang jauh melampaui usia sebenarnya: kumis tipis mulai tumbuh, rambut gondrong yang tebal, postur tubuh yang terkesan lebih berisi, hingga celana biru ketat yang menjadi tren kala itu.
Lantas, apa sebenarnya yang menjadi penyebab di balik fenomena ini? Mengapa remaja dari era lampau seolah-olah menua lebih cepat dibandingkan generasi milenial atau Gen Z sekarang?

Related Post
Menurut pengamatan para ahli dan peneliti, ada dua faktor utama yang menjelaskan perbedaan mencolok ini. Faktor pertama adalah ‘bias seleksi’ atau selection bias.
Bias seleksi merujuk pada kecenderungan kita untuk menilai masa lalu melalui kacamata standar dan tren masa kini. Coba bandingkan dengan remaja SMP saat ini: mereka umumnya tampil bersih tanpa kumis atau jenggot, rambut tertata rapi, wajah mulus berkat perawatan kulit, dan gaya busana yang mengikuti tren terkini. Kontras inilah yang membuat kita secara otomatis menganggap foto-foto remaja zaman dulu sebagai potret orang dewasa, padahal di masa itu, penampilan tersebut adalah hal yang lumrah dan bahkan stylish.
Gaya rambut gondrong dengan poni tinggi atau kumis tipis yang menjadi ciri khas remaja tahun 1970-an, misalnya, bukanlah tanda penuaan dini. Sebaliknya, itu adalah cerminan dari tren dan idola yang populer pada masanya. Remaja kala itu mungkin terinspirasi oleh gaya rambut ikonik Elvis Presley atau penampilan karismatik Rhoma Irama yang sedang berada di puncak popularitasnya antara tahun 1970-an hingga 1980-an. Mengikuti ‘arus keramaian’ atau tren yang sedang ‘viral’ adalah hal yang sangat wajar di setiap era.
Fenomena serupa masih relevan hingga kini. Banyak remaja modern yang mengikuti tren yang disebarkan oleh influencer di media sosial. Bayangkan saja, beberapa tahun ke depan, tren yang saat ini dianggap keren mungkin akan terlihat ketinggalan zaman, aneh, atau bahkan menggelikan di mata generasi berikutnya. Ini adalah bukti nyata bagaimana persepsi kita terhadap penampilan sangat dipengaruhi oleh konteks waktu.
Selain bias seleksi, faktor kedua yang turut berperan adalah aspek biologis. Sebuah riset menarik yang dilakukan pada tahun 2018 oleh tim peneliti gabungan dari Yale School of Medicine dan University of South Carolina, dengan judul ‘Is 60 the New 50? Examining Changes in Biological Age Over the Past Two Decades,’ memberikan pencerahan.
Studi tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tampilan fisik individu yang hidup antara periode 1988-2010. Mereka yang hidup dalam dua dekade terakhir cenderung terlihat lebih muda dibandingkan generasi sebelumnya. Kunci perbedaannya terletak pada perubahan gaya hidup secara menyeluruh.
Era modern ditandai dengan kemajuan pesat teknologi kesehatan dan peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Kampanye anti-rokok yang gencar, misalnya, telah berhasil mengurangi jumlah perokok, yang secara langsung berkontribusi pada penampilan fisik yang lebih segar dan awet muda. Ditambah lagi, inovasi dalam produk perawatan kulit (skincare) yang kini sangat beragam, mendorong banyak orang untuk berinvestasi dalam menjaga penampilan agar tetap muda. Semua upaya kolektif ini, ketika berhasil, tentu saja membuahkan hasil berupa tampilan fisik yang lebih muda secara signifikan.
Jadi, misteri di balik wajah ‘tua’ remaja zaman dulu kini terkuak. Bukan karena mereka menua lebih cepat, melainkan karena pergeseran tren, perspektif, dan kemajuan gaya hidup yang membentuk penampilan kita dari masa ke masa.









Tinggalkan komentar