lintaswarta.co.id – Keputusan berani Mikel Arteta untuk melakukan rotasi besar-besaran di skuad utamanya tidak berakhir dengan bencana. Sebaliknya, Arsenal justru menunjukkan kelasnya sebagai kekuatan dominan di Eropa saat bertandang ke markas Slavia Praha dalam lanjutan Liga Champions. Meski menurunkan banyak pemain pelapis, tim berjuluk The Gunners tersebut tetap tampil solid dan berhasil mengamankan kemenangan krusial.
Dalam laga yang berlangsung di Praha tersebut, Arteta memasukkan sejumlah nama yang jarang menjadi pilihan utama, seperti Ben White, Piero Hincapie, Mikel Merino, Martin Zubimendi, Eberechi Eze, hingga Viktor Gyokeres. Hasilnya sangat nyata; Arsenal mampu menundukkan tuan rumah dan memperpanjang rekor impresif mereka di kompetisi ini.
Sorotan utama tertuju pada duet maut antara Noni Madueke dan Viktor Gyokeres. Keduanya tampil sangat tajam dan menjadi mesin gol bagi Arsenal. Madueke, yang sempat menuai kritik tajam sejak didatangkan dari Chelsea dengan nilai fantastis mencapai Rp877 miliar pada 2025, akhirnya membungkam para peragu. Gol indahnya di Praha menjadi bukti bahwa ia mampu memikul beban besar sebagai pengganti Bukayo Saka yang tengah mengalami cedera.

Related Post
Kerja sama antara Madueke dan Gyokeres terlihat sangat organik. Gol pertama Arsenal lahir dari skema apik di mana Gyokeres memberikan umpan cungkil berkelas yang langsung diselesaikan dengan sempurna oleh Madueke. Tak butuh waktu lama, sang striker asal Swedia, Gyokeres, menggandakan keunggulan tujuh menit sebelum turun minum. Ia mencatatkan performa luar biasa dengan dua gol dan tiga assist dalam lima pertandingan terakhirnya.
Meski unggul, Arsenal sempat mengalami drama di menit-menit akhir. Slavia Praha yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri mencoba tampil agresif untuk mengejar ketertinggalan. Tekanan bertubi-tubi dari tuan rumah sempat membuat lini pertahanan Arsenal ketar-ketir. Puncaknya, pada menit ke-90, Wiktor Nowak berhasil mencetak gol hiburan bagi Slavia Praha melalui situasi sepak pojok, sehingga laga berakhir dengan skor tipis 2-1.
Kemenangan ini sangat berarti bagi Arsenal untuk menjaga rekor tak terkalahkan dalam 13 laga Liga Champions. Selain itu, kedalaman skuad yang ditunjukkan Arteta menjadi pesan kuat bagi rival-rival mereka. Arsenal membuktikan bahwa bahkan dengan pemain cadangan sekalipun, mereka tetap memiliki kualitas yang mampu mengintimidasi lawan di level tertinggi.
Kini, fokus Arsenal akan beralih ke Premier League untuk menghadapi Hull pada Sabtu mendatang. Dengan performa para pemain pelapis yang tampil begitu efisien di Eropa, Arteta memiliki kemewahan untuk mengatur strategi di berbagai kompetisi tanpa takut kehilangan momentum.
Susunan Pemain
Slavia Praha: Domchak, Vlavek, Holearing, Zima, Kubiak, Moses, Sadlek, Suleiman, Ayaosi, Nowak, Artur.
Arsenal: Raya, White, Konsa, Gabriel, Hincapie, Zubimendi, Rice, Merino, Madueke, Eze, Gyokeres.





Tinggalkan komentar