lintaswarta.co.id – Suasana tenang di Bandara Riyadh, Arab Saudi, mendadak berubah menjadi mencekam pada Kamis (8/10/2026) pagi waktu setempat. Sebuah pesawat Airbus A320 milik maskapai nasional Saudi Airlines dilaporkan menjadi korban serangan rudal saat sedang terparkir di apron bandara. Insiden tragis ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan fatal pada armada terbang tersebut, tetapi juga merenggut nyawa sang pilot.
Berdasarkan rekaman video yang viral di berbagai platform media sosial, terlihat jelas kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ke langit, menyelimuti area bandara. Kobaran api yang besar tampak melalap badan pesawat hingga hangus terbakar. Saksi mata di lokasi kejadian melaporkan bahwa ledakan tersebut terjadi secara tiba-tiba, menciptakan kepanikan luar biasa di area terminal dan landasan pacu.
Melalui analisis mendalam terhadap citra satelit, para ahli mengidentifikasi lokasi kejadian berada tepat di kawasan Bandara Riyadh. Identifikasi ini dilakukan dengan mencocokkan detail arsitektur bangunan bandara, posisi tiang lampu, serta marka landasan pacu yang terlihat dalam video dengan data satelit terbaru.

Related Post
Menanggapi kericuhan yang terjadi, pihak Saudi Airlines akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait insiden maut ini. Mengutip laporan dari Al-Arabiya, pihak maskapai mengonfirmasi bahwa salah satu pesawat mereka mengalami kerusakan berat akibat serangan tersebut. Namun, pihak maskapai menegaskan bahwa saat serangan terjadi, pesawat tersebut dalam kondisi kosong tanpa penumpang.
Sayangnya, tragedi ini memakan korban jiwa. Saudi Airlines mengonfirmasi bahwa Kapten Hampud Ali Al-Kalthami, seorang pilot profesional, dinyatakan tewas dalam serangan tersebut. Kematian sang pilot menjadi catatan kelam dalam insiden serangan udara yang menargetkan infrastruktur sipil ini.
Serangan ini diduga kuat dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi asal Yaman. Kelompok yang didukung oleh Iran tersebut diketahui telah berulang kali meluncurkan serangan ke wilayah Arab Saudi sejak konflik di Yaman kembali memanas pada Juli lalu. Houthi secara terbuka menyatakan komitmen mereka untuk terus menargetkan infrastruktur vital dan mengganggu stabilitas wilayah udara di bawah kendali koalisi pro-pemerintah.
Saat ini, Arab Saudi masih memimpin koalisi internasional dalam upaya memerangi kelompok Houthi dalam perang saudara di Yaman. Eskalasi serangan yang menyasar objek sipil seperti bandara dan pesawat komersial ini semakin meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, sekaligus memicu kekhawatiran global terhadap keamanan penerbangan internasional di wilayah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, otoritas bandara masih melakukan investigasi menyeluruh terkait dampak kerusakan dan protokol keamanan pasca-serangan.








Tinggalkan komentar