lintaswarta.co.id – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melakukan aksi inspeksi mendadak (sidak) yang mengejutkan di lingkungan Kementerian Pertanian, Kamis (8/10/2026). Langkah tegas ini diambil setelah Amran menemukan berbagai pelanggaran disiplin pegawai, mulai dari aktivitas merokok di jam kerja hingga ketidakjelasan keberadaan staf di meja kerja mereka.
Sidak yang menyasar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura di kawasan Pasar Minggu, Jakarta ini, dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Amran bergerak menyusuri ruang kerja untuk memastikan seluruh pegawai menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun, pemandangan yang ditemui justru jauh dari harapan.
Salah satu temuan yang memicu kemarahan Amran adalah adanya pegawai yang asyik merokok di area kantin saat jam kerja berlangsung. Menanggapi hal tersebut, Amran langsung menegur keras pegawai yang bersangkutan dan menuntut penjelasan dari atasan mereka. Ia menekankan bahwa perilaku tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab profesional.

Related Post
"Ini yang merokok.. ini memang di belakang tempat merokok. Yang kerja merokok, gitu? Jam berapa sekarang?" tanya Amran dengan nada tegas kepada pegawai tersebut.
Tak hanya soal perilaku, kondisi kebersihan ruangan juga menjadi sorotan. Amran menemukan sampah berserakan di beberapa titik dan langsung memerintahkan agar area tersebut segera dibersihkan. Ia juga menginstruksikan pemasangan CCTV di berbagai sudut ruangan guna memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. "Nggak ada lagi macam main-main. Kenapa bisa lolos itu?" tegasnya.
Ketidakteraturan semakin terlihat saat Amran memeriksa deretan meja kerja. Ia menemukan banyak kursi kosong, meskipun barang-barang pribadi seperti tas masih tertinggal di atas meja. Saat dikonfirmasi, sebagian pegawai mengaku sedang rapat atau sedang bertugas di luar kota seperti ke Subang dan Bogor. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Amran bahkan melakukan panggilan video (video call) kepada pegawai yang mengaku sedang berada di lapangan.
Ketegangan sempat memuncak saat Amran menemukan ketidaksinkronan informasi dari petugas keamanan mengenai waktu keberangkatan pegawai ke lapangan. Ia menegur keras petugas keamanan yang memberikan keterangan yang berubah-ubah. "Kenapa bohong semua ini? Kamu satpam jangan ikut bohong," ujarnya.
Selain masalah disiplin pegawai, Amran juga menyoroti integritas penyaluran bantuan benih gratis kepada petani. Ia mengkhawatirkan adanya potensi manipulasi dalam Berita Acara Serah Terima (BAST), di mana benih dilaporkan sudah sampai ke tangan petani padahal kenyataannya tidak. Amran menginstruksikan Inspektorat Jenderal (Irjen) untuk turun langsung melakukan audit lapangan guna memastikan transparansi distribusi bantuan tersebut.
Sebagai bentuk sanksi atas pelanggaran disiplin, Amran memutuskan untuk memberikan sanksi skorsing selama satu minggu kepada pegawai yang kedapatan merokok saat jam kerja. Ia memberikan peringatan keras bahwa pelanggaran berikutnya akan berujung pada pemecatan.
Amran menegaskan bahwa seluruh tindakan tegas ini dilakukan karena setiap rupiah yang digunakan untuk operasional Kementerian Pertanian bersumber dari pajak rakyat. "Pernah nggak terbayangkan, yang gaji kita adalah rakyat? Itu uang rakyat itu kita bekerja. APBN itu uang rakyat semua," pungkasnya dengan penuh penekanan.









Tinggalkan komentar