Dunia Kecam Serangan Houthi di Riyadh

Harimurti

Dunia Kecam Serangan Houthi di Riyadh

lintaswarta.co.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah kelompok Houthi dari Yaman melancarkan serangan mematikan yang menyasar bandara internasional di Riyadh, Arab Saudi. Insiden yang terjadi pada Sabtu (10/10) tersebut telah memicu gelombang kecaman hebat dari berbagai negara dan organisasi internasional karena menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari berbagai kewarganegaraan.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan bahwa serangan ketiga dalam sepekan terakhir ini telah merenggut sedikitnya 12 nyawa dan menyebabkan sekitar 300 orang lainnya mengalami luka-luka. Tragedi ini tidak hanya menyisakan duka bagi warga lokal, tetapi juga bagi komunitas internasional. Korban tewas tercatat terdiri dari empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta warga negara lainnya yang meliputi Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.

Dunia Kecam Serangan Houthi di Riyadh
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang kian memanas antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi. Selain bandara, infrastruktur vital seperti fasilitas minyak dan instalasi militer di wilayah tersebut juga menjadi sasaran serangan dalam beberapa hari terakhir.

COLLABMEDIANET

Amerika Serikat merespons cepat insiden ini. Presiden AS Donald Trump menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang mengerikan. Trump menyatakan akan segera berkomunikasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), untuk membahas langkah selanjutnya. Pihak Washington kini tengah mengevaluasi kemungkinan keterlibatan militer AS dalam menghadapi ancaman Houthi. Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan dukungan penuh bagi Kerajaan Arab Saudi dan mendesak penghentian serangan segera.

Di tingkat global, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras aksi tersebut. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur publik merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, juga memperingatkan bahwa serangan ke bandara sipil ini adalah eskalasi berbahaya yang dapat merusak upaya perdamaian di Yaman dan mengancam stabilitas kawasan.

Negara-negara tetangga dan kekuatan dunia lainnya turut bersuara. Mesir, Qatar, dan Yordania secara serentak mengutuk agresi ini sebagai pelanggaran kedaulatan yang mengancam keselamatan navigasi udara. Pakistan melalui Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga menyatakan bahwa serangan terhadap infrastruktur vital tidak dapat diterima.

Menariknya, reaksi tegas juga datang dari Malaysia. Perdana Menteri Anwar Ibrahim melalui platform media sosial X, menyatakan kecaman kerasnya terhadap tindakan tersebut. Anwar menegaskan bahwa tidak ada alasan atau pembenaran apa pun yang dapat melegitimasi serangan terhadap warga sipil maupun infrastruktur sipil.

Dunia kini menanti langkah konkret dari komunitas internasional untuk meredam konflik ini agar tidak meluas menjadi perang regional yang lebih besar dan destruktif.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar