Mimika Jadi Arena Adu Tangkas Tim Rescue

Moch Divan

Mimika Jadi Arena Adu Tangkas Tim Rescue

lintaswarta.co.id – Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bersiap menjadi pusat perhatian dunia industri pertambangan dan energi nasional. Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo) bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) secara resmi mengumumkan akan menyelenggarakan ajang bergengsi 8th Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 30 Oktober 2026 mendatang.

Ajang tahunan ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan menjadi panggung pembuktian bagi para personel tanggap darurat terbaik di tanah air. Sebanyak 17 tim yang mewakili 16 perusahaan besar di sektor pertambangan dan energi dipastikan akan bertarung di Mimika. Mereka akan diuji melalui berbagai skenario simulasi yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan ketangguhan fisik dalam menghadapi situasi kritis.

Mimika Jadi Arena Adu Tangkas Tim Rescue
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, mengungkapkan bahwa terpilihnya Mimika sebagai tuan rumah merupakan kehormatan besar. Menurutnya, ajang ini menjadi sarana strategis untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman mengenai praktik terbaik dalam prosedur keselamatan kerja serta manajemen penanganan keadaan darurat.

COLLABMEDIANET

"Keselamatan adalah fondasi utama dalam setiap lini operasi kami. Bagi PTFI, keberhasilan operasional yang sesungguhnya adalah ketika seluruh pekerja dapat pulang ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun," tegas Carl dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa PTFI telah menanamkan nilai-nilai Safety, Integrity, Commitment, Excellence, and Respect (SINCERE) sebagai budaya kerja. Komitmen ini diimplementasikan melalui ribuan prosedur operasional standar dan kampanye berkelanjutan bertajuk Safety Starts with Me. Melalui tim Emergency Preparedness and Response (EP&R), PTFI juga aktif berkontribusi dalam penanganan bencana nasional, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, menjelaskan bahwa rangkaian kompetisi akan tersebar di beberapa lokasi strategis milik PTFI, mulai dari Kuala Kencana, Danau Mile Post 28, hingga Mimika Sport Complex. Ada delapan kategori keterampilan yang akan dipertandingkan, mencakup penanganan kebakaran, evakuasi di ruang terbatas, penyelamatan di ketinggian, hingga aksi penyelamatan bawah air yang sangat teknis.

Menariknya, IFRC 2026 tidak hanya fokus pada profesional, tetapi juga menyasar generasi muda melalui program Safety Goes to School. Program ini direncanakan menjangkau sekitar 1.000 pelajar dari 10 sekolah di Timika guna menanamkan budaya siaga bencana sejak dini.

Meski demikian, panitia mengakui adanya tantangan alam, terutama terkait kondisi kabut asap yang kerap melanda wilayah Timika. Namun, langkah antisipasi terus diperkuat demi menjamin keamanan seluruh peserta dan penyelenggara.

Wiyono Winarno, perwakilan Pertapindo sekaligus Koordinator Juri, menekankan bahwa IFRC adalah wadah evaluasi untuk meningkatkan profesionalisme personel tanggap darurat di Indonesia. Melalui ajang ini, diharapkan tercipta standar keselamatan yang lebih tinggi di seluruh sektor industri energi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar