lintaswarta.co.id – Nasib buruk tampaknya sedang menggelayuti pundak Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal yang kini menakhodai AC Milan tersebut harus menelan pil pahit saat melakoni laga di kompetisi Liga Europa. Bukan sekadar kekalahan telak, Amorim justru menjadi pusat perhatian dan bahan ejekan suporter tuan rumah akibat sebuah insiden konyol di pinggir lapangan.
Dalam laga yang berlangsung di bawah guyuran hujan deras di pesisir selatan Inggris, AC Milan harus mengakui keunggulan Bournemouth dengan skor mencolok 0-3. Namun, kekalahan ini terasa lebih menyakitkan bagi Amorim karena ia menjadi sasaran tawa penonton akibat kesalahan teknis saat melakukan pergantian pemain.
Drama dimulai sejak babak pertama ketika kiper andalan Rossoneri, Mike Maignan, menerima kartu merah pada menit ke-28 setelah terlibat kontak fisik dengan Tyler Adams. Keputusan wasit yang mengusir Maignan sempat memicu protes keras dari Amorim, namun takdir berkata lain. Milan terpaksa bermain dengan 10 pemain.

Related Post
Saat mencoba melakukan penyesuaian dengan memasukkan kiper pengganti, Lorenzo Torriani, Amorim justru melakukan blunder yang memalukan. Ia tampak bingung dan lupa menarik salah satu pemain dari lapangan sebelum memasukkan pemain baru. Kebingungan di pinggir lapangan ini membuat suporter Bournemouth tertawa terbahak-bahak melihat situasi tersebut. Setelah berdiskusi panjang dengan ofisial, barulah Amorim memutuskan untuk menarik Omari Hutchinson guna memberi ruang bagi Torriani.
Memasuki babak kedua, Bournemouth semakin menunjukkan dominasinya. Gol melalui eksekusi tendangan bebas apik dari Amine Adli memastikan kemenangan telak bagi tuan rumah. Skor 0-3 ini seolah menjadi kutukan bagi Amorim. Para pendukung The Cherries langsung menyanyikan ejekan yang menyindir masa lalunya di Inggris.
"Ruben Amorim, it’s happened again," seru para suporter, yang secara sarkas bermakna bahwa Amorim kembali mengalami kejadian yang sama. Hal ini merujuk pada memori pahit saat ia masih melatih Manchester United, di mana ia juga pernah dihantam kekalahan 0-3 oleh Bournemouth di Old Trafford.
Menanggapi ejekan tersebut, Amorim hanya bisa merespons dengan tawa kecil. Meski tampak berusaha tetap tenang, kekalahan ini memberikan kesan mendalam bagi kepulangannya ke tanah Inggris setelah masa baktinya yang mengecewakan di Manchester United berakhir Januari lalu.
Di tengah badai kekalahan Milan, nama mantan klubnya, Manchester United, tetap menjadi sorotan. Saat ini, Michael Carrick yang menggantikan posisi Amorim tengah berada di ujung tanduk setelah rentetan hasil buruk yang membuat tim tersebut gagal menang dalam tujuh laga beruntun.
Meski demikian, Amorim menegaskan bahwa dirinya telah menutup buku lama bersama Setan Merah. Ia menyatakan bahwa rasa cintanya pada Manchester United tidak akan berubah, namun fokus utamanya kini sepenuhnya adalah membangun kembali kejayaan AC Milan. Ia berharap dapat segera memperbaiki performa timnya sebelum menghadapi Sunderland di San Siro pada Desember mendatang.








Tinggalkan komentar