Strategi Besar Prabowo Dorong Kredit 400 Triliun

Moch Divan

Strategi Besar Prabowo Dorong Kredit 400 Triliun

lintaswarta.co.id – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan langkah ambisius untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Salah satu kebijakan yang paling mencuri perhatian adalah rencana penyaluran kredit dalam skala masif yang ditargetkan mencapai angka Rp400 triliun pada tahun 2027 mendatang. Program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat di akar rumput, mulai dari petani, nelayan, hingga penduduk di wilayah pelosok.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan besar ini bukan sekadar tentang pemberian pinjaman modal semata. Ada visi jangka panjang yang ingin dicapai pemerintah, yakni meningkatkan literasi keuangan di tengah masyarakat pedesaan dan daerah tertinggal. Dengan adanya akses kredit yang lebih mudah, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya mampu memutar modal usaha, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi.

Strategi Besar Prabowo Dorong Kredit 400 Triliun
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Tujuan akhirnya adalah agar masyarakat memiliki literasi keuangan yang baik dan memiliki dana untuk pengeluaran. Artinya, mereka juga memiliki kemampuan untuk menabung atau memiliki simpanan di rekening perbankan masing-masing," ujar Airlangga saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta.

COLLABMEDIANET

Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk mengintegrasikan masyarakat ekonomi rendah ke dalam sistem keuangan formal. Dengan memiliki simpanan di bank, masyarakat tidak hanya terlindungi dari risiko finansial, tetapi juga turut berkontribusi dalam stabilitas sistem perbankan nasional melalui peningkatan dana pihak ketiga.

Terkait mekanisme penyaluran, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema alternatif agar dana tersebut tepat sasaran. Salah satu instrumen utama yang akan digunakan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebagai gambaran, pada tahun ini saja pemerintah telah mengalokasikan anggaran KUR sebesar Rp300 triliun. Selain itu, terdapat tambahan alokasi sebesar Rp50 triliun yang dikhususkan untuk sektor perumahan guna mendukung kesejahteraan masyarakat.

Menariknya, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penyaluran kredit melalui Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa aliran modal dapat menjangkau unit ekonomi terkecil di tingkat desa secara lebih efisien.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menegaskan komitmennya untuk menyasar kelompok masyarakat yang selama ini sulit menjangkau layanan perbankan. Fokus utama penyaluran dana ini adalah mereka yang berada di daerah terpencil, daerah tertinggal, serta masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan.

Presiden juga memberikan apresiasi atas capaian penyaluran kredit yang saat ini telah menyentuh angka Rp53 triliun dengan manfaat yang sudah dirasakan oleh sekitar dua juta warga. Dengan target Rp400 triliun di tahun 2027, pemerintah optimis kesejahteraan petani dan nelayan akan mengalami peningkatan signifikan melalui dukungan modal yang berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar