Chaos di Parlemen Albania Picu Gejolak Nasional

Moch Divan

Chaos di Parlemen Albania Picu Gejolak Nasional

lintaswarta.co.id – Situasi politik di Albania kini berada di titik nadir yang sangat mengkhawatirkan. Ketegangan yang semula berpusat di jalanan kini merembet ke jantung kekuasaan, di mana anggota parlemen terlibat dalam bentrokan fisik yang memalukan di dalam gedung legislatif pada Kamis waktu setempat. Kekacauan ini pecah saat kubu oposisi mencoba menghentikan jalannya sidang, sementara pihak majelis tetap bersikeras melanjutkan pemungutan suara terkait undang-undang baru di tengah badai krisis yang tengah menghantam negara tersebut.

Melansir laporan dari Euronews, kericuhan di dalam gedung parlemen tersebut meledak setelah pimpinan sidang menolak permintaan pihak oposisi untuk membahas aksi demonstrasi mahasiswa. Perlu diketahui, aksi protes mahasiswa telah melumpuhkan ibu kota Tirana selama sepuluh hari berturut-turut. Dalam aksi protes di parlemen, para anggota dewan dari kubu oposisi secara agresif memblokir podium utama sambil membawa foto-foto mahasiswa yang menjadi korban kekerasan aparat kepolisian dalam aksi sebelumnya.

Chaos di Parlemen Albania Picu Gejolak Nasional
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kondisi di lapangan memang sedang sangat panas. Selama hampir dua minggu terakhir, massa demonstran terus terlibat bentrokan hebat dengan aparat keamanan di pusat kota. Massa dilaporkan melemparkan batu, suar, hingga bom molotov ke arah barikade polisi. Sebagai respons, petugas keamanan membalas dengan penggunaan meriam air, gas air mata, hingga pentungan. Puncaknya, pada hari Kamis, ribuan mahasiswa bahkan telah mengepung seluruh pintu masuk gedung parlemen.

COLLABMEDIANET

Awalnya, gerakan ini dipicu oleh tuntutan mahasiswa terkait biaya kuliah yang melonjak, kebutuhan investasi pendidikan yang lebih besar, serta desakan penghapusan praktik korupsi di sektor pendidikan. Namun, seiring berjalannya waktu, gerakan ini bertransformasi menjadi aksi antipemerintah berskala besar. Massa kini secara lantang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Albania, Edi Rama.

Menanggapi tuntutan tersebut, PM Edi Rama menyatakan sikap kerasnya untuk tidak mundur dari jabatan. Ia menegaskan bahwa keluhan masyarakat saat ini sedang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan kekacauan. Rama menyatakan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan upaya penggulingan kekuasaan dilakukan melalui cara-cara kekerasan dan pemaksaan.

Ketegangan ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari gelombang protes gerakan Flamingo yang muncul beberapa bulan lalu. Gerakan tersebut menentang proyek pariwisata mewah di pesisir Adriatik yang dikaitkan dengan firma investasi milik menantu Presiden AS, Donald Trump.

Krisis di Albania ini menjadi cermin dari ketidakstabilan yang tengah melanda benua Eropa. Berbagai negara seperti Prancis, Italia, Spanyol, hingga Portugal tengah menghadapi gelombang protes serupa akibat lonjakan harga bahan bakar, krisis perumahan, dan penurunan kualitas layanan publik. Situasi ini menandakan adanya keresahan sosial yang mendalam di berbagai belahan Eropa saat ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar