Lintaswarta.co.id – Memasuki bulan suci Ramadan, para investor tidak hanya berfokus pada pencarian keberkahan spiritual, namun juga melirik peluang finansial yang menjanjikan. Salah satu momen yang paling dinanti adalah musim pembagian dividen, sebuah periode di mana hasil dari kesabaran berinvestasi mulai terasa nyata dalam bentuk aliran kas yang masuk ke rekening. Di tengah gejolak pasar yang kerap fluktuatif, dividen seringkali menjadi jangkar yang menenangkan. Terlebih di bulan Ramadan ini, saham-saham syariah kian menarik perhatian.
Saham syariah sendiri merupakan instrumen investasi yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariat Islam, menjauhi praktik-praktik terlarang seperti riba (bunga), maysir (judi), dan gharar (ketidakjelasan). Keamanan dan kepatuhan investasi saham syariah semakin terjamin dengan adanya Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Ini memberikan ketenangan bagi investor, karena mereka terbebas dari perusahaan yang bisnisnya bertentangan dengan syariat, seperti produsen minuman keras, perjudian, lembaga keuangan ribawi, pornografi, atau kegiatan usaha lain yang dilarang dan berpotensi menimbulkan mudarat.
Lebih dari sekadar mengejar keuntungan materi, berinvestasi pada saham syariah juga membuka pintu keberkahan. Investor memiliki kesempatan untuk berbagi melalui sedekah, infak, zakat, dan wakaf dari kepemilikan saham syariah mereka. Dengan demikian, investasi ini tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada pencarian pahala dan keberkahan.

Related Post
Untuk membantu investor meraih potensi ‘cuan jumbo’ dari dividen saham syariah, sebuah riset mendalam telah merangkum daftar emiten syariah yang dikenal sangat royal dalam membagikan dividen setiap tahunnya. Penelitian tersebut mengidentifikasi setidaknya 15 emiten syariah yang secara konsisten memanjakan pemegang sahamnya dengan pembagian dividen yang menarik, menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memadukan investasi dengan prinsip-prinsip keagamaan di bulan penuh berkah ini.
Penting untuk diingat bahwa artikel ini merupakan produk jurnalistik berupa pandangan dan analisis. Informasi yang disajikan tidak bertujuan untuk mengajak pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan Lintaswarta.co.id tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.









Tinggalkan komentar