Mencekam! Israel Maju ke Lebanon, Konflik Regional Meledak?

Harimurti

Mencekam! Israel Maju ke Lebanon, Konflik Regional Meledak?

Lintaswarta.co.id – Situasi di Timur Tengah kian memanas setelah Israel melancarkan serangan udara kedua berturut-turut ke pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Selasa (3/3/2026). Serangan ini, yang menargetkan basis kuat Hizbullah, tidak hanya menimbulkan kerusakan parah dan asap tebal, tetapi juga memicu pergerakan pasukan darat Israel lebih jauh ke wilayah Lebanon, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik regional yang lebih luas.

Pemandangan di pinggiran selatan Beirut pada hari itu sangat mencekam. Asap tebal mengepul dari reruntuhan bangunan yang rusak, menjadi saksi bisu intensitas serangan udara Israel. Wilayah yang dikenal sebagai jantung kekuatan Hizbullah itu kini berada di bawah tekanan hebat, dengan ketegangan yang menyebar hingga ke ibu kota Lebanon.

Mencekam! Israel Maju ke Lebanon, Konflik Regional Meledak?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tidak hanya dari udara, ketegangan juga merambat di darat. Seorang pejabat Lebanon mengonfirmasi kepada Reuters bahwa pasukan Israel telah melakukan "penyusupan" di beberapa titik perbatasan. Saksi mata di lapangan juga melaporkan adanya penarikan mundur tentara Lebanon dari setidaknya tujuh posisi operasi terdepan di sepanjang perbatasan, sebuah indikasi jelas meningkatnya tekanan militer di garis depan.

COLLABMEDIANET

Menyikapi perkembangan ini, militer Israel mengumumkan penambahan signifikan pasukannya ke Lebanon selatan. Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, dalam pengarahan daringnya pada Selasa (3/3/2026), menegaskan bahwa pengerahan pasukan tambahan ini dilakukan semalaman untuk menempati posisi defensif. "Kami hanya berada di area perbatasan dalam posisi defensif untuk mencegah serangan terhadap warga sipil dan titik-titik yang sangat penting secara strategis," jelasnya.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya telah memberikan otorisasi kepada militer untuk maju dan menguasai posisi tambahan di Lebanon. Keputusan ini diambil menyusul rentetan serangan roket dan drone yang dilancarkan Hizbullah ke wilayah Israel dalam beberapa hari terakhir, termasuk pada Minggu malam. Pasukan dari Divisi Regional ke-91 "Galilee" kini ditempatkan di beberapa titik dekat perbatasan, memperkuat postur pertahanan garis depan.

Pemerintah Israel lebih lanjut menyatakan bahwa pasukannya kini ditempatkan lebih jauh ke wilayah Lebanon selatan, melampaui lima pos yang telah dikuasai sebelumnya. Langkah ini bertujuan untuk membentuk lapisan keamanan tambahan bagi warga di Israel utara. Selain pengerahan darat, militer Israel juga mengonfirmasi telah melaksanakan serangan terarah terhadap infrastruktur Hizbullah di Lebanon.

Rangkaian kekerasan ini bukan insiden terisolasi, melainkan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Konflik ini telah menyebar sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Serangan tersebut memicu balasan Iran di berbagai titik kawasan dan mendorong Hizbullah untuk meningkatkan serangannya ke Israel, memperparah kekhawatiran akan pecahnya konflik regional yang lebih besar dan tak terkendali.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar