China Turun Tangan! Dua Negara Muslim Ini Akhirnya Berdamai?

Harimurti

China Turun Tangan! Dua Negara Muslim Ini Akhirnya Berdamai?

Lintaswarta.co.id melaporkan, babak baru perundingan antara Pakistan dan Afghanistan telah dibuka di China pada Rabu, 1 April 2026. Langkah diplomatik ini diambil dengan tujuan mengakhiri konflik bersenjata paling mematikan yang melibatkan kedua negara mayoritas Muslim tersebut sejak kembalinya Taliban berkuasa di Kabul pada tahun 2021.

Delegasi dari kementerian luar negeri dan pertahanan kedua negara dikabarkan telah tiba di kota Urumqi, China, untuk memulai diskusi. Pertemuan ini melibatkan pejabat tingkat menengah, dengan fokus utama pada potensi kesepakatan gencatan senjata dan pembukaan kembali gerbang perbatasan, yang diharapkan dapat memulihkan jalur perdagangan vital.

China Turun Tangan! Dua Negara Muslim Ini Akhirnya Berdamai?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kepemimpinan puncak kami setuju dengan mereka dan memutuskan untuk berpartisipasi dalam proses tersebut," ujar salah seorang pemimpin Taliban di Kabul, mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam dialog penting ini.

COLLABMEDIANET

Inisiatif perundingan ini muncul sebagai respons atas serangkaian konflik berdarah yang telah menelan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak, terutama di Afghanistan. Eskalasi terjadi setelah Pakistan melancarkan serangan udara pada akhir Februari lalu. Islamabad menuduh Taliban melindungi militan Islam di wilayahnya, sementara Kabul bersikeras bahwa militansi adalah masalah internal Pakistan.

Sebelum dimulainya pembicaraan damai ini, kedua negara sempat terlibat baku tembak intensif pada pekan yang sama, menyusul berakhirnya gencatan senjata sementara yang disepakati selama Idul Fitri. Pakistan mengklaim mengakhiri jeda permusuhan tersebut sebagai respons terhadap serangan yang berasal dari wilayah Afghanistan.

Kabul mengeklaim bahwa lebih dari 400 orang tewas akibat serangan udara Pakistan di sebuah pusat rehabilitasi narkoba bulan lalu, sebelum pertempuran sempat ditangguhkan. Namun, pemerintah Pakistan menolak keras pernyataan pihak Taliban mengenai skala dampak serangan tersebut. "Kami secara tepat menargetkan instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris," demikian pernyataan resmi Pakistan terkait serangan udara di wilayah Afghanistan.

Inisiatif pertemuan di Urumqi ini sepenuhnya diprakarsai oleh Beijing, yang berupaya mengambil peran sebagai mediator di tengah memanasnya suhu politik global. Upaya mediasi China ini menjadi sorotan, mengingat mediator tradisional seperti Qatar, Arab Saudi, dan Turki saat ini tengah disibukkan dengan pusaran konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, juga terpantau berada di Beijing untuk mencari dukungan China terkait inisiatif perdamaian lainnya. Meskipun delegasi sudah berada di lokasi, hingga saat ini baik Kementerian Luar Negeri Pakistan maupun pihak administrasi Kabul belum memberikan tanggapan resmi terkait rincian pembicaraan yang sedang berlangsung di China.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar