lintaswarta.co.id – Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, angkat bicara menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak terkait rencana blusukan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke berbagai daerah. Bestari menegaskan bahwa kegiatan tersebut semata-mata merupakan agenda partai dan memenuhi undangan masyarakat, sehingga tidak perlu menjadi sumber kekhawatiran bagi partai politik lain yang merasa terusik.
"Ini adalah kegiatan yang sah, bagian dari silaturahmi dan interaksi dengan masyarakat. Tidak ada alasan bagi siapapun untuk merasa cemas atau mengkritik," ujar Bestari melalui sambungan telepon, Kamis (25/6). Ia menambahkan bahwa hak untuk berkumpul dan bersilaturahmi adalah hak konstitusional setiap warga negara, termasuk seorang mantan presiden, dan dilindungi oleh undang-undang.
Bestari juga menyayangkan adanya politisi yang melontarkan pernyataan miring mengenai rencana blusukan Jokowi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kurangnya kedewasaan dalam berpolitik dan mempertanyakan pemahaman mereka terhadap aturan hukum. "Seharusnya politisi menunjukkan sikap yang dewasa, menghormati hak-hak dasar warga negara. Apakah mereka tidak mendapatkan pendidikan politik yang memadai dari partainya?" kritiknya tajam.

Related Post
Isu blusukan Jokowi memang tengah menjadi sorotan publik. Mantan Presiden itu dijadwalkan akan menghabiskan tiga hari, mulai Jumat (26/6) hingga Minggu (28/6), untuk serangkaian kegiatan di Lampung. Agenda tersebut meliputi kehadiran dalam Rakorda PSI di Mesuji dan Tulang Bawang, serta menghadiri Kirab Pawai Budaya Karnaval Gajah pada hari pertama.
Pada hari kedua, Sabtu (27/6), Jokowi akan melanjutkan pertemuannya dengan tokoh adat Lampung, mengunjungi Museum Transmigrasi dan Desa Bagelen, serta berinteraksi dengan pelaku UMKM di Maliosewu. Acara ini juga akan diisi dengan pertemuan bersama relawan. Puncaknya, pada hari ketiga, Minggu (28/6), Jokowi dijadwalkan kembali menghadiri kirab budaya, bertemu UMKM, dan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri, menunjukkan kedekatan dengan berbagai lapisan masyarakat. PSI berharap semua pihak dapat melihat kegiatan ini sebagai bentuk interaksi positif tanpa perlu dibumbui kekhawatiran yang tidak berdasar.









Tinggalkan komentar