lintaswarta.co.id melaporkan, Presiden RI Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi tegas kepada para kepala daerah untuk tidak mengerahkan warganya menyambut kedatangannya saat kunjungan kerja ke daerah. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (30/7) di sela-sela acara akad massal 62 ribu rumah subsidi yang secara simbolis dipusatkan di Batang, Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo dengan lugas menyatakan, "Saudara-saudara, saya mohon kepada para gubernur dan bupati, jika saya berkunjung, tidak perlu mengerahkan masyarakat untuk menyambut saya." Meskipun ia mengaku senang bertemu rakyat, ada alasan kuat di balik permintaannya tersebut.
Mantan Menteri Pertahanan itu mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap warga yang harus rela berpanas-panasan atau menunggu di pinggir jalan hanya untuk menyambut kehadirannya. Baginya, esensi dari kunjungan kerja bukanlah pada kemeriahan penyambutan, melainkan pada substansi dan dampak positif yang dihasilkan bagi masyarakat.

Related Post
Prabowo menekankan pentingnya fokus pada pekerjaan nyata. "Santai-santai saja," ujarnya, "Yang terpenting adalah kita bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat. Saya yakin rakyat tahu bahwa pemerintah saat ini bekerja keras demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia." Pesan ini menggarisbawahi prioritas pemerintahannya untuk melayani rakyat tanpa perlu seremonial berlebihan.
Kunjungan kerja ke Jawa Tengah pada hari itu dimulai dengan peresmian hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang. Setelah itu, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Batang menggunakan Kereta Api Nusantara Explorer dari Stasiun Semarang Tawang. Di Batang, ia meresmikan pelaksanaan akad massal 62 ribu unit rumah KPR Subsidi. Acara ini merupakan bagian dari program besar yang dilaksanakan di 165 titik di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi, dengan Batang sebagai pusat kegiatan simbolis.









Tinggalkan komentar