lintaswarta.co.id – Tragedi tenggelamnya kapal KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa yang terjadi pada Minggu dini hari, 13 September 2026, masih menyisakan duka mendalam sekaligus teka-teki besar. Hingga saat ini, upaya pencarian korban yang hilang terus dikebut oleh Tim SAR Gabungan dengan strategi yang semakin intensif dan meluas.
Pencarian kini tidak lagi hanya bertumpu pada pengamatan di permukaan laut. Tim penyelamat telah memperluas radius operasi hingga menyisir jalur darat di kawasan Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Langkah ini diambil menyusul adanya indikasi bahwa arus laut telah membawa korban hanyut hingga ke area aliran sungai dan pesisir tertentu.
Untuk menjangkau medan darat yang sulit dan terpencil, personel SAR menggunakan kendaraan roda dua guna memastikan setiap sudut wilayah sasaran dapat diperiksa secara menyeluruh. Strategi ini diharapkan mampu menemukan korban yang mungkin terdampar di area yang sulit diakses oleh kapal besar.

Related Post
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa perluasan sektor operasi ini merupakan langkah krusial. Menurutnya, tim harus menindaklanjuti setiap kemungkinan lokasi keberadaan korban, baik di laut lepas maupun di sepanjang aliran sungai.
"Pencarian pada Selasa, 29 September 2026, tidak hanya difokuskan di sektor laut. Kami juga melakukan penyisiran darat di wilayah Sungai Perlu untuk memperluas cakupan pencarian," ujar Syafii dalam keterangan resminya.
Berdasarkan data manifes terbaru, kapal tersebut mengangkut total 243 orang. Hingga Selasa (29/9), tim telah berhasil mengevakuasi 18 paket korban dari berbagai wilayah, mulai dari Seruyan, Pangkalan Bun, hingga Sukamara. Dari jumlah tersebut, tercatat 182 orang telah ditemukan, dengan rincian 108 orang dinyatakan selamat dan 74 orang meninggal dunia. Namun, tantangan besar masih membayangi karena 61 orang lainnya dinyatakan masih hilang dan dalam proses pencarian.
Di sektor laut, operasi dibagi ke dalam beberapa unit. SRU I dikerahkan menggunakan RBB di area Sungai Perlu, sementara SRU II menggunakan RIB 02 yang berbasis di Pos TNI AL Kumai. Salah satu fokus utama tim saat ini adalah melakukan penyelaman di bangkai kapal. Tim penyelam gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, dan potensi SAR terus berupaya mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam badan kapal yang tenggelam.
Dalam operasi penyelaman terbaru, tim berhasil menemukan tiga korban dari dalam bangkai KMP Virgo Transport 8. Dua korban segera dievakuasi ke kapal KRI, sementara satu korban lainnya dibawa menggunakan KN SAR Pacitan untuk penanganan medis lebih lanjut.
Basarnas berkomitmen untuk terus mengoptimalkan seluruh sarana dan prasarana yang ada. Syafii juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel yang bekerja di bawah tekanan medan yang ekstrem, terutama tim penyelam yang harus menghadapi tantangan berat di bawah air. Operasi ini akan terus berjalan dengan tetap mengedepankan keselamatan personel di lapangan.







Tinggalkan komentar