Bromo Mencekam Api Mengancam Permukiman Warga

Harimurti

Bromo Mencekam Api Mengancam Permukiman Warga

lintaswarta.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Data terkini per Senin malam (10/8) mencatat bahwa luasan area yang terdampak oleh amukan si jago merah telah mencapai 742 hektare. Situasi ini semakin mendesak mengingat laporan bahwa kobaran api kini mulai mendekati permukiman warga di sekitar kawasan tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengonfirmasi angka tersebut. Ia menjelaskan bahwa upaya pemadaman masif terus digencarkan, melibatkan operasi di darat maupun udara. Vegetasi yang menjadi korban meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Meski demikian, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden ini.

Bromo Mencekam Api Mengancam Permukiman Warga
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan secara maksimal untuk menanggulangi bencana ini. Operasi pemadaman udara memanfaatkan tiga helikopter, satu drone, serta dukungan tambahan dua helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan satu helikopter dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Total enam helikopter melakukan water bombing yang saat ini difokuskan di area P 30 wilayah Dingklik, Kabupaten Pasuruan, serta titik-titik lain yang masih memunculkan kepulan asap tebal.

COLLABMEDIANET

Di darat, delapan unit pemadam kebakaran beroperasi bersama tim dari Damkar Kota Surabaya, BPBD Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Malang, dan BPBD Provinsi. Sinergi juga terjalin kuat antara TNI, Polri, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), serta sejumlah relawan yang tak kenal lelah memadamkan api.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo Nurseno, melaporkan bahwa api di titik P30 telah merembet mendekati permukiman warga, dan kobaran api di lembah Dingklik terlihat cukup besar. Kebakaran ini sendiri bermula pada Senin, 3 Agustus, sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebagai respons atas meluasnya titik api dan demi keselamatan pengunjung, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo. Penutupan berlaku sejak Sabtu, 8 Agustus, pukul 22.00 WIB, hingga batas waktu yang belum ditentukan, berdampak signifikan pada sektor pariwisata dan masyarakat lokal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar