Lintaswarta.co.id mengabarkan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan komitmennya terhadap organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Pada Senin (31/8), ia bertolak ke Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk secara resmi menutup gelaran Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sebuah acara yang sebelumnya juga ia buka.
Rombongan terbatas Presiden tiba di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, sekitar pukul 09.30 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Jombang. Beberapa menteri turut mendampingi, termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo kembali menegaskan pandangannya mengenai peran vital NU. Ia menyebut NU sebagai institusi bersejarah yang memiliki jasa tak terhingga dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. "Ini kehormatan besar bagi saya," ujarnya, menekankan bahwa tanpa dukungan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, ia tidak akan pernah menjadi Presiden RI. Sebagai mandataris rakyat, Prabowo menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat dan memberdayakan NU, meyakini bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kedekatan pemerintah dengan kedua organisasi Islam tersebut.

Related Post
Muktamar NU ke-35 ini juga menjadi saksi bisu terpilihnya pemimpin baru. KH Abdul Hakim Mahfudz, atau akrab disapa Gus Kikin, secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026-2031. Pemilihan Gus Kikin dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) setelah mendapat restu tertulis dari Rais Aam terpilih, KH Miftakhul Akhyar. Ia berhasil meraih 472 suara, mengungguli kandidat lainnya seperti KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Sochib, KH Yahya Cholil Staquf, dan KH Abdul Ghofar Rozin.
Rapat AHWA yang berlangsung tertutup di Ndalem Kasepuhan, dari pukul 06.20 hingga 07.00 WIB, mengukuhkan pilihan tersebut. Berita acara penetapan ditandatangani oleh sembilan kiai anggota AHWA. Gus Kikin, yang lahir pada 17 Agustus 1958, merupakan cicit dari pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, dan saat ini mengemban amanah sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, melanjutkan jejak pamannya, Gus Sholah.









Tinggalkan komentar