lintaswarta.co.id melaporkan bahwa kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), salah satu ikon pariwisata Indonesia, kembali diterpa bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin mengkhawatirkan. Kobaran api yang semula terdeteksi di beberapa titik, kini dilaporkan telah meluas secara signifikan, bahkan merembet hingga ke area strategis seperti Jemplang, sebuah gerbang penting menuju kaldera Bromo.
Visual yang beredar menunjukkan kepulan asap tebal membubung tinggi, disusul lidah api yang melahap vegetasi kering di lereng-lereng pegunungan. Kondisi ini diperparah oleh musim kemarau panjang dan angin kencang yang bertiup kencang, membuat upaya pemadaman menjadi sangat menantang. Kerusakan ekosistem di kawasan konservasi ini tentu tak terhindarkan, mengancam keanekaragaman hayati serta keindahan lanskap yang menjadi daya tarik utama Bromo, sekaligus menimbulkan kekhawatiran serius bagi keberlangsungan ekowisata.
Tim gabungan dari Balai Besar TNBTS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta relawan terus berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, medan yang sulit dijangkau, topografi pegunungan yang curam, dan keterbatasan sumber air menjadi hambatan serius dalam upaya lokalisasi dan pemadaman api. Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, demi menjaga kelestarian salah satu warisan alam kebanggaan bangsa ini dari ancaman yang lebih besar.

Related Post







Tinggalkan komentar