Amerika Diterjang Badai Misterius

Harimurti

Amerika Diterjang Badai Misterius

lintaswarta.co.id – Kawasan timur laut Amerika Serikat (AS) tengah menghadapi situasi darurat setelah dihantam oleh badai Nor’easter yang datang secara tidak terduga. Fenomena cuaca ekstrem ini membawa dampak destruktif berupa hujan lebat yang tak kunjung reda, embusan angin kencang, hingga gelombang besar yang melanda wilayah pesisir. Bencana ini dilaporkan mulai menerjang pada Minggu (27/9/2026), mengubah pemandangan kota-kota besar menjadi lautan air yang mengkhawatirkan.

Bencana alam ini telah memakan korban jiwa. Berdasarkan laporan terkini, sedikitnya satu orang dilaporkan tewas akibat terjebak di tengah amukan badai tersebut. Selain jatuhnya korban jiwa, dampak ekonomi dan infrastruktur juga sangat terasa. Ribuan rumah tangga mengalami kegelapan total setelah sistem kelistrikan lumpuh. Tercatat sekitar 130.000 pelanggan di berbagai wilayah harus menanggung akibat pemadaman listrik massal yang dipicu oleh kerusakan infrastruktur akibat angin kencang.

Amerika Diterjang Badai Misterius
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu hal yang membuat para ahli meteorologi merasa cemas adalah waktu terjadinya badai ini. Secara umum, badai Nor’easter biasanya muncul lebih lambat dalam setahun, yakni saat memasuki musim semi. Namun, badai kali ini muncul di luar musim yang seharusnya, menjadikannya sebuah anomali cuaca yang sangat tidak biasa. Ketidakteraturan pola ini menambah tingkat kewaspadaan pemerintah setempat terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.

COLLABMEDIANET

Kota-kota besar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi di Amerika Serikat, seperti New York, Boston, dan Philadelphia, menjadi wilayah yang paling terdampak parah. Di New York, kekuatan angin sempat tercatat mencapai kecepatan ekstrem. Meskipun sempat terjadi penurunan intensitas, sebelumnya kecepatan angin di Montauk Point, New York, sempat menyentuh angka 81 mph atau sekitar 130 kilometer per jam. Saat ini, kecepatan angin dilaporkan berada di kisaran 45 mil per jam atau setara dengan 72 kilometer per jam.

Badai Nor’easter sendiri dikenal sebagai fenomena cuaca yang sangat merusak. Selain membawa hujan deras, badai ini sering kali membawa salju dan gelombang badai (storm surge) yang mampu menenggelamkan kawasan pesisir. Kerusakan yang ditimbulkan akibat fenomena ini diperkirakan bisa mencapai angka miliaran dolar, mengingat banyaknya fasilitas publik dan pemukiman warga yang berada di jalur lintasan badai.

Hingga saat ini, tim penyelamat dan petugas layanan darurat terus berjaga di lokasi-lokasi terdampak untuk meminimalisir korban tambahan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di area pesisir hingga kondisi cuaca dinyatakan benar-benar stabil oleh otoritas terkait.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar