Terungkap Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi

Harimurti

Terungkap Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi

lintaswarta.co.id – Kepolisian telah menetapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN sebagai tersangka dalam insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada bulan April lalu. Penetapan ini, yang diumumkan pada Selasa (29/9), mempertimbangkan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai salah satu bahan pertimbangan penting dalam proses penyidikan.

Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Anom Danujaya menjelaskan bahwa temuan KNKT berfungsi sebagai masukan berharga, namun bukan satu-satunya dasar penentuan kesalahan. Proses penyidikan dilakukan secara saintifik, melibatkan pemeriksaan 54 saksi, analisis rekaman CCTV, data logger, serta rekaman komunikasi antara petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKP) dan masinis. Berdasarkan bukti-bukti yang terkumpul dan keterangan ahli, penyidik menyimpulkan adanya dugaan kuat keterlibatan AN. Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 323 KUHP dan UU Perkeretaapian, dengan ancaman hukuman penjara antara 5 hingga 12 tahun.

Terungkap Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi
Sumber Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kecelakaan tragis itu bermula ketika sebuah taksi mogok di perlintasan sebidang dan ditabrak KRL Commuter Line. Akibat insiden pertama, rangkaian KRL tersebut berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur. Ironisnya, KRL yang sedang berhenti ini kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, menyebabkan kerusakan parah pada gerbong belakang dan menelan korban jiwa.

COLLABMEDIANET

Sebelumnya, KNKT merilis laporan akhir yang mengidentifikasi enam faktor krusial yang berkontribusi pada kecelakaan. Faktor-faktor tersebut meliputi kegagalan identifikasi kondisi sinyal yang tidak terdeteksi, masalah komunikasi darurat yang tidak efektif, kegagalan penyampaian informasi penting antarpetugas, serta kurangnya mekanisme pertukaran informasi antara PPKP Selatan dan Timur. Selain itu, KNKT juga menyoroti kesulitan identifikasi sinyal pembantu pada malam hari dan ketiadaan prosedur pengereman darurat yang baku untuk kecepatan tinggi di jalur lengkung, yang membuat keputusan pengereman sepenuhnya bergantung pada penilaian subjektif masinis.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar