lintaswarta.co.id – Dunia sepak bola Inggris tengah diguncang oleh skandal besar yang melibatkan salah satu klub tersukses di era modern, Manchester City. Kasus dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) yang menjerat klub berjuluk The Citizens tersebut memicu perdebatan panas di kalangan legenda sepak bola. Salah satu suara paling lantang datang dari mantan bintang Manchester United, Wayne Rooney, yang melontarkan pernyataan mengejutkan terkait nasib klub rival tersebut.
Manchester City kini tengah menghadapi investigasi serius dari Premier League terkait dugaan pelanggaran aturan finansial yang dilakukan selama sembilan periode berbeda, terhitung sejak tahun 2009 hingga 2018. Berdasarkan laporan yang beredar, klub asuhan Pep Guardiola tersebut diduga melakukan manipulasi kontrak melalui kemitraan komersial palsu. Selain itu, City dituduh menyalurkan dana ilegal sebesar 900 juta poundsterling untuk menutupi biaya operasional klub demi menjaga keseimbangan finansial di atas kertas.
Spekulasi mengenai sanksi yang akan dijatuhkan pun semakin liar. Mulai dari pencabutan gelar juara Liga Inggris yang telah diraih hingga ancaman degradasi ke kasta yang lebih rendah kini menjadi topik utama pembicaraan di Inggris. Meskipun proses persidangan dilakukan secara tertutup dan rahasia, ketidakpastian ini menciptakan ketegangan di seluruh kompetisi. Manchester City sendiri masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding hingga Jumat mendatang.

Related Post
Menanggapi situasi ini, Wayne Rooney memberikan pandangan yang cukup kontroversial namun menarik. Rooney, yang pernah merasakan pahitnya menjadi runner-up Liga Inggris pada musim 2011-2012 saat City meraih gelar juara, mengungkapkan ketidaknyamanannya jika gelar tersebut dicabut dan diberikan kepada klub lain.
Dalam sebuah wawancara di podcast Stick to United, Rooney menegaskan bahwa ia tidak ingin melihat gelar juara diberikan kepada klub hanya karena klub tersebut finis di posisi kedua akibat sanksi administratif. Ia merasa tidak etis jika sebuah tim mendapatkan medali juara hanya karena tim lawan dinyatakan curang di masa lalu.
"Saya tidak ingin hal ini hanya terdiam begitu saja. Bayangkan 15 tahun kemudian, Anda mendapatkan medali karena City terbukti curang. Saya tidak akan merasa nyaman dengan hal itu," ujar Rooney sebagaimana dikutip dari BBC.
Lebih lanjut, Rooney menyatakan bahwa ia lebih memilih melihat Manchester City dijatuhi hukuman berat berupa degradasi ke divisi bawah daripada harus menerima gelar juara "pemberian" akibat pelanggaran aturan. Baginya, integritas kompetisi jauh lebih penting daripada sekadar menambah koleksi trofi di lemari klub. Menurutnya, menerima medali juara karena posisi kedua adalah sesuatu yang tidak bisa ia terima secara moral sebagai seorang pemain profesional.
Kini, publik sepak bola dunia tengah menanti keputusan final dari Premier League. Apakah Manchester City akan tetap mempertahankan kejayaannya, ataukah mereka harus membayar mahal atas segala pelanggaran finansial yang dituduhkan kepada mereka.








Tinggalkan komentar