Bahaya Pungli Ancam Kualitas Makan Gratis

Harimurti

Bahaya Pungli Ancam Kualitas Makan Gratis

lintaswarta.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini membongkar adanya praktik gelap yang mengintai keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebuah modus pungutan liar (pungli) ditemukan menyasar para mitra pengelola dapur yang bertugas menyiapkan asupan nutrisi bagi anak-anak sekolah. Praktik ini dinilai sangat berbahaya karena secara langsung dapat menurunkan standar gizi yang seharusnya diterima oleh generasi muda.

Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa temuan ini bermula dari adanya laporan mengenai oknum yayasan tertentu yang mencoba mengambil keuntungan pribadi secara ilegal. Oknum-oknum tersebut diduga meminta sejumlah uang atau "setoran" dengan hitungan per porsi makanan (ompreng) kepada pihak pengelola dapur. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk pemerasan yang merusak sistem distribusi bantuan pangan nasional.

Bahaya Pungli Ancam Kualitas Makan Gratis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sudaryono menegaskan bahwa setiap rupiah yang telah dialokasikan oleh negara melalui anggaran program MBG harus benar-benar sampai ke piring anak-anak dalam bentuk makanan yang berkualitas. Ia tidak akan menoleransi segala bentuk pemotongan dana di tengah jalan, karena hal tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap tujuan utama program ini.

COLLABMEDIANET

"Kami menemukan adanya yayasan yang meminta setoran sekian rupiah per ompreng kepada mitra dapur MBG. Ini adalah hal yang tidak boleh terjadi. Setiap rupiah yang dialokasikan harus kembali dalam bentuk makanan yang bergizi utuh untuk anak-anak kita," ujar Sudaryono dengan nada tegas.

Dampak dari pungli ini sangat fatal bagi aspek kesehatan. Jika dana operasional dapur tergerus oleh setoran ilegal, pengelola dapur akan berada dalam posisi sulit untuk memenuhi standar menu yang telah ditetapkan. Untuk menutupi biaya "setoran" tersebut, ada risiko besar pengelola akan mengurangi kualitas bahan baku. Hal ini bisa berupa pengurangan porsi protein hewani seperti daging, ayam, telur, atau ikan, hingga pengurangan kualitas sayuran segar dan buah-buahan pendamping.

Menanggapi situasi ini, BGN telah mengeluarkan instruksi keras kepada seluruh mitra pengelola dapur di seluruh Indonesia. Mereka diminta untuk tidak melayani atau menuruti permintaan setoran dari pihak mana pun, termasuk dari oknum yayasan yang mengaku memiliki otoritas. Sudaryono mengingatkan bahwa jika anggaran dipotong, maka korban utamanya adalah kualitas nutrisi yang dikonsumsi anak-anak.

Persoalan program MBG memang tengah menjadi sorotan tajam publik. Selain masalah kualitas gizi, program ini juga dibayangi oleh isu keamanan pangan akibat beberapa insiden keracunan, serta ancaman korupsi yang mulai merambah ke berbagai lini pengadaan.

Sebagai contoh nyata, Kejaksaan Agung (Kejagung) baru-baru ini telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik oleh PT Yasa Artha Trimanunggal yang berkaitan dengan program MBG di lingkungan BGN. Rentetan kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan agar menjaga integritas demi memastikan program nasional ini berjalan sesuai tujuan mulianya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar