Harimurti

Piala Dunia 2026: Pesta Sultan, Fans Biasa Gigit Jari?

Lintaswarta.co.id – Organisasi penggemar sepak bola terkemuka, Football Supporters Europe (FSE), melayangkan tuntutan keras kepada FIFA agar segera menghentikan penjualan tiket Piala Dunia 2026. Turnamen akbar yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini terancam kehilangan atmosfer khasnya, menyusul protes keras para suporter atas banderol harga tiket yang melambung tinggi, bahkan mencapai hampir US$9.000 atau setara Rp 149,6 juta (dengan asumsi kurs Rp 16.633/US$) untuk kursi premium di babak final.

Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Harga yang diumumkan FIFA pada Kamis (11/12/2025) ini disebut-sebut tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga tiket Piala Dunia 2022 di Qatar. Para penggemar tak segan menyebut struktur harga ini sebagai "pengkhianatan monumental" terhadap tradisi turnamen dan mendesak adanya konsultasi mendesak sebelum penjualan tiket dilanjutkan.

COLLABMEDIANET

Bagi seorang penggemar yang berambisi menyaksikan setiap pertandingan, mulai dari babak penyisihan grup hingga final pada Juni dan Juli mendatang, mereka harus merogoh kocek minimal US$6.900 melalui saluran pendukung resmi. Tiket premium untuk pertandingan final 19 Juli di Stadion MetLife, New York, misalnya, dibanderol US$8.680. Angka ini sangat kontras dengan sekitar US$1.600 untuk kategori serupa di Qatar.

Direktur Eksekutif Football Supporters Europe, Ronan Evain, mengungkapkan keterkejutannya. "Dengan harga yang telah ditetapkan oleh FIFA, kami agak terkejut," ujarnya pada Minggu (14/12/2025). Ia memperingatkan bahwa harga tiket final yang mendekati US$4.000 akan menghilangkan atmosfer stadion yang menjadi daya tarik utama turnamen ini, menambahkan bahwa "semua ini tidak akan terjadi" pada tingkat harga saat ini.

Kontroversi harga tiket ini menambah panjang daftar sorotan tajam terhadap FIFA. Sebelumnya, badan sepak bola dunia ini juga menghadapi pengaduan resmi atas dugaan pelanggaran etika dan netralitas politik. Hal ini menyusul pujian berlebihan Presiden FIFA Gianni Infantino kepada mantan Presiden AS Donald Trump dan pemberian penghargaan perdamaian perdana kepada pemimpin AS tersebut. Kelompok hak asasi manusia FairSquare bahkan telah mengajukan pengaduan kepada komite etik FIFA, mengklaim bahwa perilaku organisasi tersebut bertentangan dengan kepentingan bersama komunitas sepak bola global.

Di tengah gelombang protes ini, FIFA tetap memulai fase ketiga penjualan tiket, dengan penetapan harga bervariasi yang kini diterapkan pada pertandingan babak penyisihan grup berdasarkan apa yang disebut badan pengatur sebagai "daya tarik" pertandingan. Namun, belum ada penjelasan rinci mengenai bagaimana perhitungan daya tarik ini dilakukan.

Contohnya, pertandingan pembuka Inggris melawan Kroasia dibanderol US$523 untuk kursi di belakang gawang, sementara pendukung Skotlandia akan membayar lebih murah untuk pertandingan yang sebanding. Situasi ini menciptakan apa yang oleh para kritikus disebut sebagai sistem dua tingkat yang tidak transparan dan tidak adil.

Henry Winter, seorang penulis sepak bola terkemuka di Inggris, memperingatkan bahwa mengecualikan pendukung yang bersemangat, yang notabene menciptakan atmosfer stadion, berisiko mengubah kompetisi menjadi apa yang ia sebut sebagai "Permainan Korporat." Hal ini berpotensi membuat para penyiar, yang membayar FIFA sejumlah besar uang, menghadapi kursi kosong dan penonton yang kurang antusias.

Bagi penggemar yang datang dari luar Amerika Utara, beban finansial jauh melampaui harga tiket semata. Gary Al-Smith, seorang reporter sepak bola Afrika, menyoroti biaya tambahan seperti akomodasi dan makan, yang akan membuat ini menjadi "Piala Dunia yang sangat mahal bagi para penggemar."

Penetapan harga ini merupakan perubahan dramatis dari dokumen penawaran FIFA tahun 2018 untuk turnamen di AS, Kanada, dan Meksiko, yang kala itu memproyeksikan harga tiket babak grup mulai dari US$21. FIFA juga telah mengecualikan kategori tiket termurah (kategori empat) dari alokasi kelompok pendukung sepenuhnya, menahan kursi ini untuk penjualan umum di mana harga akan berfluktuasi berdasarkan permintaan pasar.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar